Ujian Sekolah Tanpa Kertas di SMAN 1 Taebenu Sukses, 198 Siswa Tuntaskan Berbasis Android dan Komputer

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Sebanyak 198 siswa SMA Negeri 1 Taebenu sukses melaksanakan Ujian Sekolah Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung pada 13 hingga 17 April 2026. Menariknya, pelaksanaan ujian tahun ini dilakukan tanpa kertas, dengan sistem berbasis Android dan komputer.

Bacaan Lainnya

Kepala SMAN 1 Taebenu, Vinsensius Sasi, menjelaskan bahwa inovasi ini menjadi solusi atas keterbatasan perangkat komputer di sekolah. Dengan memanfaatkan telepon genggam milik siswa, seluruh peserta dapat mengikuti ujian secara efektif melalui aplikasi yang telah disiapkan.

“Jumlah komputer kami belum mencukupi untuk 198 siswa, sehingga kami mengambil langkah strategis menggunakan HP Android siswa. Mereka diarahkan masuk ke aplikasi ujian dan mengerjakan soal selama 120 menit,” jelasnya, Jumat, 13 April 2026.

Ia menegaskan bahwa sistem ini tetap menjamin keamanan dan integritas ujian. Setiap ruang diawasi ketat, dan sistem aplikasi dirancang agar tidak memungkinkan kebocoran soal.

“Begitu siswa masuk ke link ujian, tidak ada kesempatan untuk membagikan soal. Hasil yang diperoleh benar-benar murni dari kemampuan masing-masing siswa,” tegasnya.

Pelaksanaan ujian ini telah dipersiapkan secara matang, mulai dari penyusunan kisi-kisi hingga finalisasi soal yang melalui beberapa tahapan verifikasi oleh guru, tim kurikulum, hingga proses editing sebelum diinput ke dalam sistem digital.

Selain itu, pengawasan dilakukan secara silang dengan melibatkan guru dari SMAN 2 Taebenu guna memastikan objektivitas selama ujian berlangsung.
Seluruh peserta ujian dilaporkan hadir dan mengikuti proses dengan baik. Para siswa juga telah dipersiapkan melalui pembelajaran intensif di rumah maupun di sekolah.
Vinsensius menambahkan, ujian sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter siswa.

“Tujuan utama ujian ini bukan hanya nilai, tetapi juga membentuk integritas dan kejujuran siswa. Kami berharap mereka mampu membuktikan kemampuan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Pengawas Pembina SMA/SLB, Ovidius Kana Lomi, mengapresiasi perkembangan signifikan SMAN 1 Taebenu, termasuk peningkatan status akreditasi menjadi A.

“Sejak 2021 saya melakukan pengawasan, hanya ada dua sekolah di Kabupaten Kupang dengan akreditasi A, salah satunya SMAN 1 Taebenu. Ini terlihat dari administrasi yang transparan dan manajemen yang berjalan baik,” ungkapnya.

Ia juga menilai kepemimpinan Vinsensius Sasi berperan penting dalam mendorong perubahan, melalui pendekatan persuasif kepada guru dan siswa hingga berhasil meningkatkan kualitas sekolah dari akreditasi B menjadi A.

Dengan pelaksanaan ujian berbasis digital yang sukses, SMAN 1 Taebenu semakin menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, modern, dan berintegritas.

(Dessy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *