Sergap.co.id
BANDUNG – Persoalan sampah kiriman yang terbawa aliran sungai dari Kota Bandung menuju wilayah Kabupaten Bandung menjadi perhatian Tim Pentahelix Dayeuhkolot. Menyikapi kondisi tersebut, Pentahelix langsung melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung pada Rabu (03/5/2026).
Ketua Pentahelix menyampaikan bahwa respons dari DLH Kota Bandung sangat positif. Setelah melihat kondisi di lapangan melalui video yang ditunjukkan, pihak DLH Kota Bandung menyatakan kesiapannya untuk membahas persoalan tersebut secara bersama-sama dengan seluruh pihak terkait.
“Alhamdulillah, DLH Kota Bandung memberikan respons yang sangat baik. Mereka memahami persoalan yang terjadi dan mengarahkan agar dilakukan pertemuan bersama untuk mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pentahlix berencana mengundang DLH Kota Bandung, DLH Provinsi Jawa Barat, dan DLH Kabupaten Bandung dalam waktu dekat.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi forum bersama untuk merumuskan langkah konkret dalam penanganan sampah kiriman yang selama ini menjadi salah satu penyebab pencemaran sungai dan penyumbatan aliran air di wilayah hilir.
Menurutnya, persoalan sampah di sungai tidak bisa diselesaikan oleh satu daerah saja. Diperlukan kolaborasi lintas wilayah dan lintas instansi agar penanganannya lebih efektif, mulai dari upaya pencegahan di hulu hingga penanganan di wilayah yang terdampak.
Pentahelix berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan bersama mengenai pola penanganan, pengawasan, serta langkah-langkah strategis untuk mengurangi volume sampah yang terbawa aliran sungai dari wilayah perkotaan menuju Kabupaten Bandung.
“Kami ingin ada solusi bersama. Sungai tidak mengenal batas administrasi wilayah, sehingga penanganannya pun harus dilakukan secara terpadu oleh seluruh pihak yang berkepentingan,” tegasnya.
“Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antarpemerintah daerah dalam menjaga kebersihan sungai, mengurangi risiko banjir, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat Bandung Raya,” tambahnya. (Asp)






