Perumda Kota Kupang Pacu Pemerataan Akses Air Bersih, Tantangan Pipanisasi Masih Mengemuka

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Upaya memenuhi hak dasar warga atas air bersih kembali menjadi sorotan setelah Perumda Air Minum Kota Kupang menegaskan fokus kerja pada peningkatan kualitas, pemerataan, dan keandalan distribusi. Di tengah pertumbuhan kota dan tekanan kebutuhan air, perusahaan daerah itu mengakui sejumlah tantangan besar dalam layanan.

Bacaan Lainnya

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyebut standar pelayanan kini diarahkan pada konsep 4K: kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan. Ia memastikan hasil uji laboratorium Provinsi NTT menunjukkan air yang didistribusikan Perumda telah memenuhi standar air minum. Sumber air yang diolah meliputi air permukaan dari Kali Dendeng serta sumur bor sebagai air tanah dalam.

Namun, memasuki musim hujan, tingkat kekeruhan air mentah kerap meningkat. Isidorus menegaskan sistem pengolahan yang dimiliki Perumda memastikan air yang sampai ke masyarakat tetap bersih dan layak konsumsi.

Di bidang kuantitas, Perumda masih menghadapi keterbatasan kapasitas produksi, debit air, anggaran, serta infrastruktur pendukung. Kondisi ini membuat layanan belum mampu menjangkau seluruh warga Kota Kupang.

Hingga September 2025, layanan Perumda baru mencakup sekitar 84.270 jiwa atau 17,75 persen penduduk. Dari jumlah itu, capaian layanan efektif baru sekitar 8.270 pelanggan atau 21 persen dari total populasi 390 ribu jiwa.

“Ini masih sangat jauh dibanding kebutuhan riil masyarakat Kota Kupang. Baru sekitar 20 persen pelanggan yang terlayani, sementara sebagian besar warga masih bergantung pada Perumda Kabupaten Kupang dan jaringan BLUD SPAM Provinsi,” ujar Isidorus.

Kontinuitas layanan juga belum ideal. Air yang seharusnya mengalir 24 jam, kini baru mampu didistribusikan 14–15 jam per hari, bergantung pada kondisi sumber dan jarak pelanggan terhadap sumur bor.

Di sisi keterjangkauan jaringan, sejumlah wilayah seperti TDM, Kayu Putih, sebagian Liliba, Bello, dan Fatukoa masih belum terlayani oleh jaringan pipa kota. Kekosongan jaringan membuat pemasangan sambungan baru sulit dilakukan.

Isidorus menegaskan kondisi tersebut menjadi fokus prioritas Perumda dalam perencanaan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi baru, sekaligus evaluasi sistem lama yang sudah tidak optimal.

Perumda memastikan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas layanan, memperluas cakupan, serta memperkuat keandalan distribusi air. Dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat disebut menjadi kunci percepatan pemerataan layanan.

Optimisme itu ditopang rencana perbaikan pipanisasi sebagai langkah strategis menuju Kota Kupang yang lebih siap menghadapi tantangan kebutuhan air bersih di masa mendatang.

( Dessy /ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *