Peningkatan Jalan Simpang Wae Rebo Dimulai, Anggaran Rp17,4 Miliar Disiapkan

Caption : Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi NTT, Nur Indah Indryani, S.T.

SERGAP.CO.ID

MANGGARAI, || Proyek peningkatan ruas jalan Simpang Wae Rebo di Kabupaten Manggarai segera dimulai. Pemerintah pusat melalui skema Instruksi Jalan Daerah (IJD) tahap I tahun 2025 mengalokasikan dana sebesar Rp17,4 miliar untuk pekerjaan konstruksi jalan sepanjang 5 kilometer tersebut.

Bacaan Lainnya

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi NTT, Nur Indah Indryani, S.T., menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2025 tanpa ada ruang untuk adendum atau perubahan anggaran. Karena itu, kontraktor pelaksana yang dipilih nantinya harus benar-benar siap memenuhi target waktu dan kualitas.

“Dengan waktu yang singkat, saya berharap bisa mendapatkan penyedia jasa yang sesuai target, tepat waktu, dan berkualitas, sehingga pekerjaan tidak terlambat,” ujar Indah, Kamis (2/10/2025).

Ia menegaskan, kontrak pekerjaan memang belum dimulai. Namun, pihaknya sudah menyiapkan mekanisme pemilihan penyedia jasa agar pelaksanaan konstruksi bisa segera berjalan.

Proyek ini akan menggunakan konstruksi aspal HRS WC (Hot Rolled Sheet Wearing Course), yakni campuran beraspal panas yang dirancang untuk menghasilkan permukaan jalan lebih kuat, halus, dan tahan lama.

Dengan spesifikasi tersebut, Indah optimistis kondisi akses jalan menuju Wae Rebo akan jauh lebih baik.

“Diharapkan dengan adanya pengerjaan ini, akses jalan lebih baik dan bisa membantu mobilitas masyarakat,” tambahnya.

Saat ini, kondisi jalan eksisting masih terbatas dengan lebar 3 meter dan belum di-lapen. Nantinya, desain peningkatan jalan akan memperlebar jalur hingga 5,5 meter, sehingga dapat mendukung pergerakan kendaraan dengan lebih aman dan lancar.

Indah menekankan bahwa keterbatasan waktu tidak boleh mengurangi mutu pekerjaan.

“Kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini dengan kualitas yang baik, meski dalam waktu yang singkat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa peningkatan ruas Simpang Wae Rebo merupakan salah satu paket dari lima proyek IJD tahap I tahun 2025 di NTT. Total ada lima kabupaten yang mendapatkan penanganan infrastruktur jalan pada tahap pertama ini.

Kelima kabupaten tersebut meliputi Manggarai, Sumba Timur, Sumba Tengah, Malaka, dan Kupang. Masing-masing akan memperoleh satu paket peningkatan jalan sesuai prioritas kebutuhan wilayah.

Untuk Kabupaten Manggarai, paket IJD diarahkan pada jalur strategis yang menghubungkan kawasan wisata adat Wae Rebo dengan Manggarai Barat. Jalan ini diproyeksikan menjadi jalur vital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dan perdagangan.

Ruas jalan Simpang Wae Rebo sendiri sangat penting bagi masyarakat, terutama karena kawasan ini merupakan salah satu destinasi unggulan wisata budaya NTT yang sudah dikenal secara internasional. Perbaikan jalan diyakini akan meningkatkan aksesibilitas wisatawan dan kenyamanan perjalanan.

“Jika akses jalannya baik, masyarakat akan lebih mudah membawa hasil pertanian, sementara wisatawan juga lebih nyaman berkunjung ke Wae Rebo,” kata Indah.

Ia menambahkan, dengan nilai proyek Rp17,4 miliar, pemerintah berharap pembangunan infrastruktur ini tidak hanya berdampak pada kelancaran transportasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.

Tahap awal pelaksanaan IJD 2025 di NTT ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan konektivitas wilayah dan membuka peluang baru bagi kesejahteraan masyarakat.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *