TASIKMALAYA, || Suasana haru dan kebersamaan begitu terasa di Sentral Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, saat keluarga besar Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya (IKMT) bersama masyarakat Minang menghadiri acara Tahlilan Hari Ketiga atas wafatnya almarhumah Ibu Yarnalis binti Pulin, orang tua dari Bapak Indra Tomi, salah satu anggota aktif IKM Tasikmalaya
Acara yang dimulai selepas salat Maghrib ini dihadiri langsung oleh Ketua IKMT, didampingi jajaran pengurus IKMT serta perwakilan pengurus DPD PKDP Tasikmalaya, sebagai bentuk nyata dukungan moril kepada keluarga yang sedang berduka. Sabtu 2/08/2025.
Kehadiran kami bukan sekadar memenuhi undangan, tapi sebagai bentuk rasa dunsanak sesama urang Minang di perantauan. Kita saling peduli, saling menguatkan, dalam suka maupun duka,” ungkap Ketua IKMT dalam sambutannya yang menyentuh hati para tamu yang hadir.
Almarhumah Ibu Yarnalis dikenal sebagai sosok yang ramah dan bersahaja. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tapi juga bagi masyarakat Minang yang mengenalnya.
Dalam tradisi Minangkabau, kabar duka (kaba buruak) dihambaukan (disebarluaskan) sebagai ajakan untuk berbagi doa dan empati. Hal ini menjadi wujud dari filosofi hidup masyarakat Minang: “Saciok bak ayam, sadanciang bak basi” – seia sekata, saling menopang dalam kehidupan bersama.
Acara tahlilan berlangsung khidmat di rumah duka, Sentral Singaparna, Kab. Tasikmalaya, diiringi doa yang dipanjatkan oleh para jamaah untuk mendoakan almarhumah agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Di akhir acara, Ketua IKMT juga kembali menghimbau kepada seluruh masyarakat Minang di Tasikmalaya agar terus menjaga kekompakan dan saling peduli. Ia mengingatkan bahwa apabila ada keluangan waktu, diharapkan kehadiran para dunsanak dalam kegiatan-kegiatan seperti ini sebagai bentuk nyata solidaritas dan kebersamaan di rantau.
Kalau bukan kita yang saling peduli, siapa lagi? Mari kita jaga terus rasa persaudaraan ini agar IKMT benar-benar menjadi wadah kebersamaan bagi seluruh urang awak di Tasikmalaya,” tutupnya.
Semoga duka ini menjadi penguat ikatan silaturahmi antar perantau Minang dan mendorong semangat untuk saling mendukung dalam berbagai situasi kehidupan di tanah rantau.
(R**)






