SUMBA TIMUR NTT,||Kodim 1601/Sumba Timur menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, bertempat di Lapangan Makodim 1601/Sumba Timur, Jalan Ir. Sukarno Nomor 11, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Senin (27/7/2026).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara Pasiter Kodim 1601/Sumba Timur Kapten Inf Samsiadi, Komandan Upacara Pasi Ops Lettu Inf Rafael Tende, dan Perwira Upacara Pasi Pers Lettu Inf Nicolas Klau Seran.
Upacara tersebut diikuti oleh para Danramil jajaran, Perwira Staf, Bintara, Tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil Kodim 1601/Sumba Timur.
Dalam amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang dibacakan Inspektur Upacara, disampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.”
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak merupakan pribadi yang berharga, memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perundungan, dan berbagai ancaman lainnya, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Melalui peringatan HAN ke-42, seluruh elemen bangsa diajak untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Semangat tersebut diwujudkan melalui gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak), yang mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam melindungi anak serta memastikan hak-hak anak Indonesia terpenuhi.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi penerus bangsa, seperti berakhlak mulia, bahagia, peduli, berani, cerdas, memiliki solidaritas, aman, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 1601/Sumba Timur turut mendukung upaya bersama dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak, sehingga generasi penerus bangsa dapat tumbuh dengan bahagia, dihormati, didengar, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.
(Ms)






