SERGAP.CO.ID
KAB. BANDUNG, || Kepala Kantor Kementrian Agama ( Kemenag ) Kabupaten Bandung H. Cece Hidayat buka Seminar Simulasi Literasi dan Numerasi melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam di Gedung Ormas Islam Soreang Bandung. Jumat (18/7/2025).
Mengusung tema “Menumbuhkan Kecakapan Literasi dan Numerasi Anak Melalui Pembelajaran Mendalam yang Bermakna,” acara ini diselenggarakan oleh PD Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Bandung sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Kakan Kemenag Cece Hidayat menyampian Itu lebih ke pendalaman tentang Deep Learning hari ini diperdalam bagaimana anak anak didik lebih berfikir kritis, kreatif sehingga kedepan anak anak RA itu bersiap menghadapi berbagai krisis terutama mampu menyelesaikan masalah.
“Karena yang namanya anak – anak PAUD itu merupakan masa keemasan sehingga dibutuhkan guru – guru berkualitas sebagaimana mampu mendidik membina anak – anak yang merupakan anak kesayangan untuk ditingkatkan wawasan pengetahuannya dijaga bagaimana membentuk karakter yang kuat,” tambah Cece
“Saya yakin dengan RA ini memiliki kemampuan yang baik, dengan pendidikan agama semakin banyak ini akan menjadi bekal untuk anak – anak kedepan dan tentu didunia ini banyak orang – orang cerdas dan pintar tetapi akhlak yang di butuhkan. Makanya Nabi Muhammad mengatakan Akhlak dulu sebelum kamu belajar ilmu,” imbuhnya
Ia juga berharap dengan kekutan yang dimiliki oleh guru – guru RA ini, akan terus dikembangkan persiapkan untuk anak anak dimasa yang akan datang terutama menghadapi dunia Indonesia Emas 2045.
“Bagaimana contoh berfikir mendalam berfikir, kritis itu di implementasikan sebuah aktifitas yang lebih baik lagi dicontoh langsung ke tingkat teknis sehingga lebih dalam lagi jangan hanya sepintas saja tapi lebih di implementasikan dalam sehari hari. Dan ini akan kita dalami kepada anak- anak didik kita,”
Tidak hanya itu, kata Kakan, di kemenag juga ada yang namanya Kurikulum Cinta bagaiman mana anak – anak ini lebih sayang, mencintai, menyayangi semasa manusia.
“Karena kita ini hidup di heterogen beda agama, budaya dan bahasa dan itu harus di tanamkan kepada anak usia dini. Ini harus ditanamkan kedepan bagaimana lulusan dari RA lebih sayang, cinta kepada sesama manusia itu yang namanya Kurikulum Cinta.
(Asp)






