Era Baru Pendidikan Timur Indonesia: Uly J. Riwu Kaho Resmi Jabat Rektor UPG 1945 NTT 2025–2030

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur resmi melantik Uly J. Riwu Kaho, SP., MM sebagai Rektor baru periode 2025–2030 dalam sebuah acara pelantikan penuh khidmat, Senin (7/7).

Bacaan Lainnya

Momentum ini menandai dimulainya era baru kepemimpinan yang membawa visi transformasional demi menjadikan UPG 1945 NTT sebagai kampus unggulan dan membanggakan di kawasan timur Indonesia.

Dalam pidato perdananya, Rektor Uly Riwu Kaho menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan dan ucapan terima kasih kepada seluruh civitas akademika atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan.

Ia menegaskan bahwa jabatan rektor bukan sekadar posisi struktural, tetapi tanggung jawab pelayanan dan pengabdian berbasis karakter, spiritualitas, dan moralitas.

“Saya berdiri di sini bukan semata sebagai pemimpin, tetapi sebagai pelayan dan sahabat seperjalanan,” ucap Uly di hadapan undangan dan sivitas akademika yang hadir.

Pelantikan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johny Asadoma, yang menyampaikan harapan agar UPG 1945 NTT menjadi lembaga pendidikan yang berwibawa, dipercaya publik, serta menghasilkan lulusan yang kreatif dan inovatif.

Ia menekankan pentingnya semangat kolaborasi antara kampus dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang transformatif.

“UPG bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat menciptakan generasi unggul dan berdaya saing. Mari tunjukkan semangat kolaborasi kepada mahasiswa dan masyarakat luas,” ujarnya.

Wakil Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi mantan Rektor David Selan yang telah memimpin UPG 1945 selama 10 tahun terakhir.

Ia mengajak semua pihak untuk tidak berhenti melakukan introspeksi demi menerapkan prinsip-prinsip good governance di lingkungan pendidikan.

“Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi contoh nyata bagi masyarakat,” tegas Johny Asadoma.

Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 47 persen anggaran daerah NTT, atau sekitar Rp2,3 triliun, dialokasikan untuk sektor pendidikan, termasuk perbaikan sarana dan prasarana.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ,Prof. Dr. Unifah Rosyidi, memberikan pujian kepada salah satu tokoh pendiri UPG 1945, Samuel Haning, yang dinilainya sebagai “batu karang kokoh yang tak goyah meski diterpa badai.”

Ia juga menaruh harapan besar agar dalam lima tahun ke depan UPG 1945 dapat menjadi role model bagi perguruan tinggi lainnya di Indonesia Timur.

Rektor terpilih menyampaikan bahwa pelantikannya bukanlah sekadar seremoni biasa, tetapi sebuah momentum penting dalam menggerakkan visi besar universitas. Ia menggarisbawahi delapan program unggulan yang akan menjadi prioritas masa kepemimpinannya, mulai dari transformasi digital, revitalisasi kurikulum, hingga pemberdayaan komunitas melalui pengabdian inovatif.

Program unggulan tersebut antara lain: (1) Transformasi digital kampus, (2) Revitalisasi kurikulum, (3) Penguatan riset dan publikasi ilmiah, (4) Program beasiswa, (5) Pengembangan karakter mahasiswa yang cerdas, peduli, tangguh, dan beriman, (6) Kampus ramah lingkungan dan inklusif, (7) Kemitraan strategis untuk pembangunan daerah, dan (8) Pemberdayaan komunitas untuk pengabdian inovatif.

Rektor Uly juga mengajak seluruh unsur kampus dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra kerja untuk menyatukan hati dan pikiran dalam membangun UPG 1945 sebagai pusat pembelajaran unggul di Timur Indonesia, serta menjadi mercusuar lahirnya guru-guru tangguh dan pemimpin masa depan.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Bupati Kupang, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Ketua PGRI NTT, Ketua YPLP Pusat dan NTT, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan GMKI, GAMKI, Forkopimda Provinsi NTT, serta seluruh civitas akademika UPG 1945 NTT.

(Dessy*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *