KOTA BANDUNG, || Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melakukan penyegaran organisasi melalui pelantikan sejumlah pejabat baru yang digelar di Aula R. Soeprapto Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Dr. Sutikno, S.H., M.H., melantik Tumpal Eben Ezer, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi dan Dimas Aditya, S.H., M.H. sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan karier dan penguatan kelembagaan di lingkungan Korps Adhyaksa guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas penegakan hukum, pelayanan publik, serta pengawasan internal di wilayah Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Kajati Jawa Barat mengucapkan selamat kepada kedua pejabat yang baru dilantik sekaligus mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurut Sutikno, seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dan manajerial, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi seluruh jajaran melalui sikap yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kebenaran.
“Kerahkan seluruh kemampuan dan berikan yang terbaik dalam pelaksanaan tugas. Awasi serta kendalikan setiap permasalahan dengan sungguh-sungguh, serta pegang teguh nilai-nilai kejujuran, kebaikan, dan realitas kebenaran,” pesan Kajati.
Ia menegaskan, keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemimpinnya, tetapi juga oleh kemampuan membangun kerja sama dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat serta produktif.
Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta untuk menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh jajaran, membangun suasana kerja yang harmonis, serta mengarahkan pelaksanaan tugas secara terukur dan profesional.
“Ciptakan suasana kerja yang menyenangkan dalam mengarahkan pelaksanaan tugas, sehingga keharmonisan, kekompakan, dan dukungan dari seluruh jajaran dapat terus terjaga serta selaras dengan visi dan misi institusi,” ujarnya.
Di sisi lain, pelantikan pejabat baru juga menjadi bagian dari upaya organisasi untuk menjawab tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks. Pergantian jabatan dipandang sebagai langkah strategis untuk menghadirkan energi baru, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.
Meski demikian, keberhasilan pejabat yang baru dilantik nantinya akan sangat ditentukan oleh implementasi program kerja serta kemampuan mereka dalam menjawab berbagai persoalan hukum dan pelayanan masyarakat di wilayah tugas masing-masing.
Kajati Jawa Barat menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial atau pergantian posisi semata. Lebih dari itu, pelantikan merupakan momentum penegasan tanggung jawab moral, profesional, dan institusional yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.
Dengan pelantikan tersebut, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi, memperkuat kinerja organisasi, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penegakan hukum yang berkeadilan, profesional, dan berintegritas di Jawa Barat.
(Dewi)






