BANDUNG,|| Menjelang Hari Raya Iduladha 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menyiapkan lebih dari 90 petugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Operasi ini dijadwalkan mulai 15 Mei 2025 dan akan melibatkan dokter hewan profesional hingga relawan dari berbagai perguruan tinggi.
“Kami akan menurunkan tim untuk memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban baik sebelum maupun setelah penyembelihan. Ini langkah penting agar hewan yang dikurbankan benar-benar dalam kondisi sehat,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefuloh, Minggu (11/5).
Tim pemeriksa tidak hanya berasal dari internal DKPP, tetapi juga terdiri dari anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat 1, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan Universitas Padjadjaran, serta didukung penggunaan teknologi dari Telkom University.
Salah satu inovasi yang diterapkan tahun ini adalah penggunaan aplikasi S-Selamat, sebuah sistem pelabelan digital cerdas. Melalui aplikasi ini, setiap hewan kurban yang telah lolos pemeriksaan akan diberikan barcode khusus yang memuat informasi riwayat kesehatannya.
“Barcode tersebut terhubung langsung dengan data hasil pemeriksaan, sehingga masyarakat bisa mengecek sendiri status kesehatan hewan yang akan dibeli. Ini bagian dari transparansi dan jaminan keamanan pangan,” tambah Wilsandi.
Tim pemeriksa akan disebar ke seluruh kecamatan di Kota Bandung, dengan fokus pemeriksaan pada kondisi fisik, tingkat kebugaran, serta deteksi dini terhadap penyakit zoonosis atau penyakit menular dari hewan ke manusia. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh di semua titik penjualan hewan kurban.
Di sisi lain, Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemkot Bandung akan tetap membuka layanan pemotongan secara gratis bagi masyarakat. Namun, mengingat tingginya permintaan setiap tahunnya, masyarakat dan para pedagang diimbau untuk mendaftar lebih awal melalui UPT masing-masing agar proses berjalan tertib dan lancar.
Terkait harga hewan kurban, DKPP memperkirakan tidak akan terjadi lonjakan signifikan meskipun pasokan agak terbatas. Pasokan tetap datang dari berbagai daerah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Lampung.
“Distribusi hewan kurban masih berjalan lancar, dan antusiasme masyarakat Bandung untuk berkurban tetap tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya,” tutup Wilsandi.
(Inka Iqsabela Apriyanti)






