KAB.CIAMIS || Tenaga Kesejahtraan Sosial (TKSK) Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kunjungi rumah ngadiyah, salah satu penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa Cicapar, yang kondisinya sedang mengalami sakit.
Dengan di dampingi Kasi PMD Kecamatan Banjarsari, dan Kadus Cicapar, Emas Kurniasih TKSK kecamatan Banjarsari melihat kondisi ngadiyah yang saat ini lemas tak berdaya akibat penyakit yang menggerogoti nya sejak dua tahun lalu.
Menurut Emas Kurniasih mengatakan, pasca kunjungan nya ke rumah ngadiah tersebut pihaknya mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial serta puskesmas setempat agar kedepan nya ngadiyah bisa mendapatkan bantuan serta pengobatan.
“Emas menjelaskan bahwa dirinyah sudah berbincang dengan yang bersangkutan ternyata ia punya kartu Kartu Indonesia Sehat (KIS), jadi untuk pengobatan bisa tercover menggunakan kartu tersebut jelasnya,”Selasa 07/01/2025
Lalu mengatakan, saat ini dirinya mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pihak puskesmas Ciulu untuk membahas kondisi kesehatan ngadiyah. Dan dari hasil komunikasi tersebut pihak puskesmas akan segera mengunjungi rumah ngadiyah untuk mengecek kesehatan nya.
“Menurut informasi, tim kesehatan akan datang haro ini dan lusa, dan nantinya ngadiyah akan di berikan obat dan di cek kondisiny.”Ungkapnya
Menurut Emas,saat ini ngadiyah mengalami komplikasi berupa sakit jantung, diabet, liver, dan darah tinggi. Dan saat ini ngadiyah memerlukan perhatian dari pemerintah apalagi ia hanya tinggal dengan saudara laki laki nya
“Kami juga akan segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat, dan mudah mudahan ngadiyah bisa mendapatkan bantuan tambahan untuk menyambung kehidupan nya sehari hari.”Pungkasnya
Sekedar informasi, ngadiyah merupakan satu dari 31 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dari penyaluran BLT Dana Desa yang hingga saat ini dirinya tidak mendapatkan bantuan tersebut dari pemerintah Desa Cicapar.
Miris, dengan kondisi ngadiyah yang saat ini bergelut dengan penyakitnya dan perlu perhatian dari pemerintah malah tidak di berikan hak nya. Padahal ngadiyah sangat perlu bantuan tersebut untuk mencukupi kebutuhan nya dan membeli obat.
(MHR/Rvn)






