KUPANG, || Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Kupang merayakan hari ulang tahunnya yang ke-15 sekaligus menggelar Festival Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Jumat (15/11/24).
Acara yang berlangsung meriah ini diselenggarakan di halaman sekolah, dihadiri oleh berbagai tamu undangan, peserta didik, tenaga pendidik, serta seluruh civitas akademika SMAN 10 Kupang.
Suasana di lingkungan sekolah semakin semarak, di mana hampir semua tamu undangan dan warga sekolah mengenakan pakaian adat khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini menambah keunikan acara syukuran yang tidak hanya merayakan pencapaian 15 tahun SMAN 10 Kupang, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya daerah.
Dalam kesempatan ini, seluruh siswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan tugas masing-masing, yang kemudian menampilkan berbagai proyek dan karya terkait dengan tema Profil Pelajar Pancasila (P5) yang berbeda pada setiap angkatan kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara kreatif dan inovatif.
Kepala SMAN 10 Kupang, Drs. Daniel Bolle, mengungkapkan bahwa sekolah ini merupakan salah satu sekolah penggerak angkatan pertama di Kota Kupang. “Hari ini, kami tidak hanya melaksanakan syukuran HUT SMAN 10 Kupang ke-15, tetapi juga menggelar Festival Proyek P5.
“Acara ini bertujuan untuk mengimplementasikan enam elemen Profil Pelajar Pancasila,” jelasnya.
Enam dimensi Profil Pelajar Pancasila yang diharapkan dapat berkembang di SMAN 10 Kupang terlihat jelas dalam rangkaian acara ini. Keberagaman, gotong royong, kemandirian, bernalar kritis, serta kreativitas para siswa sangat tampak dalam setiap pameran karya yang ditampilkan. Tidak hanya itu, nilai spiritual dan moral yang terkandung dalam Profil Pelajar Pancasila juga dijunjung tinggi dalam acara ini.
Sebagai sekolah yang berkomitmen pada pembentukan karakter siswa, SMAN 10 Kupang sangat mengutamakan pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur Pancasila. Salah satu tujuan utama dari festival ini adalah untuk mendorong siswa agar lebih memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMAN 10 Kupang menambahkan bahwa sekolah ini hadir karena dukungan penuh dari masyarakat Kelurahan Fatukoa dan Naioni. SMAN 10 Kupang telah terakreditasi A dan terus berkembang pesat, dengan jumlah peserta didik yang semakin meningkat setiap tahunnya.
“Kami terus berusaha menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat Kupang, dan kami bangga bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Kota Kupang,” ujar Bolle.
SMAN 10 Kupang juga berkolaborasi dengan Lembaga Olimpiade Pendidikan Indonesia (LOPI) tingkat nasional untuk meningkatkan prestasi akademik siswa. Hal ini semakin memperkuat posisi sekolah ini sebagai salah satu yang terbaik di Kota Kupang.
Pantauan di lokasi, pihak sekolah juga membangun berbagai stand untuk memamerkan hasil karya para siswa. Setiap stand menampilkan proyek-proyek kreatif yang bertema Profil Pelajar Pancasila, mulai dari produk-produk teknologi, seni, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat.
Peserta dan tamu undangan yang hadir dipersilakan untuk mengunjungi setiap stand, yang masing-masing memiliki ciri khas dan kontribusi terhadap implementasi nilai-nilai Pancasila. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para pengunjung yang antusias menyaksikan kreativitas siswa-siswi SMAN 10 Kupang.
Turut hadir dalam acara ini sejumlah kepala sekolah se-Kota Kupang, antara lain Kepala Sekolah SMAN 8, SMAN 6, SMAN 11, SMAN 1, serta perwakilan dari SMPN 17 dan 18. Tak hanya itu, tokoh masyarakat, mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana), pemkot Kelurahan Fatukoa dan Naioni, tokoh agama, serta berbagai pihak terkait lainnya juga turut hadir memberikan dukungan.
Dalam sambutannya, beberapa tamu undangan juga memberikan apresiasi terhadap kemajuan yang telah dicapai oleh SMAN 10 Kupang. “Ini adalah salah satu bukti bahwa SMAN 10 Kupang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam pengembangan karakter siswa,” kata salah satu tokoh masyarakat yang hadir.
Salah satu poin yang disoroti dalam festival ini adalah pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda. Acara ini membuktikan bahwa SMAN 10 Kupang tidak hanya menekankan pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan nilai-nilai kebangsaan dan kepribadian yang baik melalui pendekatan yang holistik.
Dengan berbagai kegiatan yang melibatkan siswa dan masyarakat, diharapkan acara ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah ini pun berharap bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan di Kota Kupang dan sekitarnya.
Sebagai penutup, acara syukuran dan Festival P5 ini menunjukkan betapa pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, SMAN 10 Kupang bertekad untuk terus menjadi sekolah yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas, tetapi juga berintegritas dan berakhlak mulia.
(Dessy)






