SERGAP..CO.iD
ENDE, || Halaman SMAK Frateran Ndao Ende menjadi saksi perayaan ulang tahun yang begitu istimewa. HUT SMPK Frateran Ndao yang ke-75, HUT SMAK Frateran Ndao yang ke-34, dan HUT Kongregasi Bunda Hati Kudus (BHK) yang ke-150 menjadi ajang Reuni Akbar bagi anggota Ikatan Alumni Ndao (ILUNDA).
Acara ini mampu mengumpulkan ratusan lulusan dari berbagai angkatan, yang telah mengukir prestasi tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional, nasional, dan bahkan internasional.
Tidak terlewat dari perhatian, kehadiran dua tokoh politisi terkemuka dari kalangan Anandao, Herman Heri dan Frans Aba.
Herman Heri, selain menjabat sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, juga berperan sebagai ketua dewan pembina ILUNDA. Sementara Frans Aba, yang telah muncul sebagai bakal calon gubernur potensial untuk NTT, merupakan perwakilan dari angkatan 89 SMPK Frateran Ndao.
Pada momen tersebut, Herman Heri dengan penuh apresiasi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para pendidik dan frater BHK yang telah membantu membentuk karakter para alumni.
“Mereka menjadi para profesional. Ada yang PNS, ada yang pengusaha, dan profesi lain yang menyumbangkan karya-karyanya bagi bangsa ini. Itulah kebanggaan. Karena itu saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi para frater dan para guru yang sudah mendidik kami semua. Itulah hebatnya Anandao. Inspirasi Ndao, mimpi saya waktu di Ndao, itulah yang mengukir jalan saya,” kata Herman Heri.
Namun, bukan hanya menjadi ajang pujian semata. Herman Heri juga mengingatkan para alumni untuk terlibat dalam dunia politik dengan tujuan mengambil bagian dalam membentuk kebijakan dan memperjuangkan kepentingan bersama.
Ia bahkan mengusulkan agar Bupati Ende pada periode mendatang adalah seorang lulusan Ndao, dengan keyakinan bahwa alumni Ndao memiliki potensi untuk membawa perubahan positif dalam dunia politik dan pemerintahan.
Rekomendasi tersebut, tentu saja, memiliki alasannya sendiri. Pertama, untuk memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap lembaga pendidikan yang telah membentuk banyak individu berkompetensi.
Selain itu, banyak alumni Ndao telah membuktikan kemampuan akademik yang luar biasa, bahkan dalam dunia politik. Salah satu contohnya adalah Frans Aba, seorang akademisi dan konsultan ekonomi dengan latar belakang pendidikan doktor di bidang Ekonomi Pembangunan Regional.
Frans Aba bahkan telah menyatakan niatnya untuk menjadi calon Gubernur NTT pada periode 2024-2029.
Pada puncak sambutan, suara lain bergema. Maxi Mari, alumnus Angkatan 89, tegas mendukung visi untuk membangun NTT dan Indonesia melalui kehadiran Frans Aba.
“Mengutip poin sambutan yang disampaikan senior kami Herman Heri bahwa alumni Ndao harus kembali ke Ndao untuk membangun Indonesia, NTT, dan Ende, maka kami ada Frans Aba yang hadir untuk bangun NTT,” tandasnya.
Ungkapan Maxi ini disambut dengan gemuruh tepuk tangan yang penuh semangat dari hadirin yang memenuhi acara tersebut.
(Dessy)






