Tanaman Padi Organik Menjanjikan Secara Ekonomi dan Ramah Lingkungan

SERGAP.CO.ID

PESISIR SELATAN, || Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Pemerintahan Nagari Kapeh Panji Talaok Kecamatan Bayang, berkomitmen memacu produksi padi organik. Bahkan hal itu masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) pemerintah daerah. Sebab, selain cocok dengan dengan kondisi iklim Pesisir Selatan, pengembangan padi organik juga lebih menguntungkan dari sisi ekonomi. 

Bacaan Lainnya

Sementara itu, biaya tanam jauh lebih murah. Sedangkan dari sisi produktivitas nyaris sama dengan un-organik, 5,1-5,7 ton per Hektare. Harga jual juga relatif lebih tinggi dari padi un-organik. 

Beberapa waktu lalu telah dilakukan panen perdana padi organik di sejumlah daerah Pesisir Selatan, seperti di Nagari Sawah Laweh beberapa waktu yang lalu. Panen padi organik itu dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi bersama Pemkab Pesisir Selatan.

Total luas panen mencapai 10 Hektare. Tak hanya biaya produksi, pemasaran produk padi organik kini juga jauh lebih mudah. Padi organik itu juga telah memiliki segmen pasar tersendiri, sehingga sangat menguntungkan secara ekonomi bagi petani.

Pasalnya, sebagian orang, khususnya kalangan menengah ke atas kini mulai beralih ke padi organik. Sebab, tingkat kesadaran mereka akan kesehatan makin tinggi. Padi organik dinilai lebih sehat, karena terbebas dari pestisida.

Walinagari Kapeh Panji Talaok, Iswandi Mengatakan, Melihat potensi padi organik yang cukup besar, maka Pemerintah Kabupaten melalui Pemerintah Nagari dan didampingi Pemerintah Kecamatan berupaya memacu produksi produksi padi organik, salah satunya melalui perluasan demplot.

“Dengan adanya perluasan demplot itu, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran petani untuk serius memulai mengembangkan padi organik. Kemudian pemkab melalui dinas terkait juga meningkatkan penyuluhan kepada petani,” ujar Iswandi, Senin (21/2).

Dikatakan Iswandi, tidak dipungkiri, selama ini sebagian petani masih ragu atau khawatir hasil panen padi organik tersebut tidak sesuai harapan. Selanjutnya, dalam upaya pengembangan padi organik, pemkab terus berupaya memperbaiki kualitas jaringan irigasi. 

Lebih lanjut dikatakannya, selama ini salah satu kendala petani dalam menembangkan padi organik adalah minimnya ketersediaan irigasi. Penyediaan irigasi yang memadai sangat penting bagi sektor pertanian, utamanya tanaman pangan. Peningkatan kualitas irigasi sejalan dengan visi meningkatkan kinerja pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Tanam padi sistem organik itu dilakukan tanpa bahan kimia, selain sangat diminati masyarakat modern dan peluang  pasaran yang bagus, juga sangat baik untuk kesehatan dan tentunya juga ramah lingkungan. Padi hasil tanam sistem organik selain baik dari  aspek kesehatan juga bagus untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Ke depan tanam padi dengan sistem organik terus dikembangkan,” katanya.

Selain itu, Walinagari Kapeh Panji Talaok Kecamatan Bayang mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan juga memaksimalkan pembinaan pada petani dalam rangka pengembangan sektor pertanian. Langkah pembinaan itu dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) petani. Kemudian mengoptimalkan program dan kegiatan pertanian di lapangan.

“Kita harapkan mampu meningkatkan produktivitas petanian setiap tahunnya, terutama pada lahan yang memiliki jaringan irigasi yang airnya terjamin. Tentunya juga didukung penyediaan bibit unggul serta melalui penerapan teknologi pertanian,” jelasnya.

Selanjutnya, Iswandi menerangkan, untuk menjamin ketersediaan stok pangan, petani diharapkan menyisihkan sebagian hasil produksi pertanian untuk konsumsi keluarga. Kemudian pola tanam padi serentak terus didorong Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas Pertanian.

“Agar lahan yang ditanami terbebas dari hama, maka petugas pertanian lapangan memandu para petani untuk melaksanakan pola tanam padi serentak. Pola tanam padi serentak banyak manfaatnya bagi petani. Selain untuk mengurangi serangan hama juga dapat meringankan biaya produksi yang dikeluarkan.

(WH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *