Tanah Longsor Menimpa Rumah Warga Di Desa Mandalawangi Salopa

Tanah Longsor Menimpa Rumah Warga Di Desa Mandalawangi Salopa

SERGAP.CO.ID

KAB. TASIKMALAYA, || Sebuah rumah di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, rusak akibat pergerakan tanah longsor, Rabu (24/11/2021). Akibatnya, mengalami retakan dan senderan rumah ikut terbawa longsor dengan panjang 8  meter dan lebar 6 Meter dengan kedalaman 5 meter yang berjarak dari bahu jalan 3,5 meter. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 40  juta.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut bermula ketika hujan dengan intensitas sedang mengguyur Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu (24/11/2021). Hujan mengakibatkan tebing dengan ketinggian sekitar lima meter longsor, Rabu siang pikul 14.00 Wib Material longsoran mengenai rumah Darmansyah (49) yang berada di Kampung Binuang RT 007/RW 01 Desa Mandalawangi Kecamatan Salopa Kabuapten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat.

Rumah bangunan semi permanen tempat tinggal Darmansyah Tanahnya bergerak hingga jebol. Selain dinding ruang tamu, penyangga atap teras juga tanah dihalaman rumah juga ikut terbawa akibat longsor.

Beruntung, ketika longsor terjadi, rumah dalam keadaan kosong. Pemilik rumah mengungsi di tempat saudaranya yang lebih aman. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah tanah longsor tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah tanah longsor ini,” Tutur Dodi warga setempat. Sabtu (27/11/2021).

Kejadian di Desa Mandalawangi, Kecamatan Salopa tersebut, merupakan wilayah rawan longsor karena letaknya di pegunungan dan perbukitan. Kejadian tanah longsor di Mandalawangi ini sering kali terjadi dalam sepekan terakhir. “Kerugian hanya berupa materi, akibat material rumahnya kebawa longsor,” Terang Dodi.

Sejumlah warga sekitar, membersihkan material longsor. “Mulai pagi ini, material longsor sudah mulai dibersihkan. Sebab kejadian ini dikhawatirkan ada longsor susulan,” Tuturnya .

Dodi mengimbau seluruh warga masyarakat waspada terhadap segala kemungkinan bencana terjadi pada musim hujan. Utamanya, warga yang berada di kawasan pegunungan dan berpotensi rawan longsor. “Selain tanah longsor, bencana lain yang harus diwaspadai adalah banjir dan angin kencang,” Ujar Dodi.

Ditempat terpisah, salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau namanya di sebutkan, mengatakan sampai detik ini belum ada realisasi penanggulangan terhadap korban bencana longsordari pihak pemerintah setempat. ‘Tegasnya.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *