SERGAP.CO.ID
PESISIR SELATAN, || Kepala Pimpinan Cabang Bank Nagari Painan Kabupaten Pesisir Selatan, Helfi Yandrika mengungkapkan peningkatan kredit hinggga Oktober 2021 selaras dengan penurunan non performance Lian (NPL/kredit macet).
Kondisi itu merupakan gambaran dari kian membaiknya perekonomian daerah, seiring mulai pulihnya pandemi covid 19. Berbagai sektor usaha, utamanya adalah perdagangan komoditi pertanian dan perkebunan pun kembali berjalan normal.
“Ya, peningkatan penyaluran kredit dan penurunan kredit macet cukup signifikan,” ungkap Helfi di Painan, Rabu, (3/11).
Berdasarkan data Bank Nagari Cabang Painan, hingga Oktober realisasi kredit mencapai Rp1,37 triliun, atau naik sebesar Rp77,7 miliar dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
Dijelaskan Helfi Yandrika , dari besaran penyaluran itu, penyumbang paling tinggi adalah kredit konsumtif yang mencapai Rp 851 miliar dan kredit produktif Rp 185 miliar, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pada kredit produktif, secara sektoral penyerap tertinggi adalah sektor pertanian dan disusul sektor perdagangan, seiring dengan terus membaiknya harga berbagai komoditi pertanian seperti kelapa sawit dan padi.
“Ini sesuai dengan potensi dan fundamental ekonomi daerah,” jelasnya.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian dan perdagangan adalah penyumbang tertinggi terhadap Pendapatan Donestik Regional Bruto (PDRB) Pessel, dengan rerata di atas 30 persen per tahun.
Lebih lanjut Helfi mengatakan, pertumbuhan kredit hingga periode tersebut jauh melebihi penghimpunan dana pihak ketiga yang hanya Rp 383,1 miliar. Pangsa paling besar ada pada tabungan Rp 176,2 miliar.
Kemudian disusul deposito Rp111 miliar dan giro Rp 96,7 miliar dan deposito Rp111 miliar.
Sedangka kinerja kredit macet juga terjadi perbaikan, dari 2,08 persen atau Rp 21 miliar di tahun lalu, menjadi 1.98 atau Rp 20,4 tahun ini.
“Artinya, performance kredit macet kita di bawah target yang ditetapkan,” jelasnya mantan Pimpinan Cabank Bank Nagari Tapan itu.
Menurutnya, guna menekan pertumbuhan kredit macet, Bank Nagari secara pro aktif melakukan pendekatan dan pembinaan pada nasabah, apalagi usaha-usaha yang terdampak pandemi Covid-19. Penyitaan agunan nasabah bukan pilihan utama.
Ia juga menyampaikan secara keseluruhan pangsa pangsa pasar kredit Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor perbankan itu mencapai 33,02 persen dari total realisasi kredit perbankan di Pessel.
Sementara untuk penghimpunan dana pihak ketiga 42,9 persen. Karena itu, dirinya mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk menabung di bank nagari, sehingga pembangunan ekonomi daerah semakin baik.
Bank Nagari optimis, kinerja perekonomian daerah tahun depan bakal lebih baik lagi. “Mudah-mudahan berbagai upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah terus membuahkan hasil,” tutupnya.
(WH)






