Penanganan Banjir Pessel, Butuh Bantuan Pemprov Sumbar dan Pemerintah Pusat.

SERGAP.CO.ID

PESISIR SELATAN, || Kabupaten Pesisir Selatan memiliki 23 sungai besar yang kondisinya begitu memprihatikan. Terutama ketika cuaca hujan mengundang banjir merambat ke daerah pemukiman penduduk, dan memporak-porandakan harta benda milik masyarakat.

Bacaan Lainnya

Tidak heran daerah yang cukup banyak memiliki aliran sungai besar sering dilanda banjir. Daerah ini merupakan salah satu daerah yang terpanjang di Provinsi Sumbar.

Musibah banjir yang sering terjadi tidak hanya merusak lahan pertanian, namun juga banjir merendam ratusan rumah  masyarakat, bahkan sebagian daerah penduduk masyarakat ketika hujan menjadi langganan banjir.

Tak heran musibah bencana alam tersebut membuat masyarakat yang bermukim di daerah pinggir sungai  merasa ketakutan, akibat takut dihamtam banjir.

Banjir juga merusak  pasilitas umum seperti, infrastruktur jalan dan jembatan, bangunan sarana pendidikan, sarana kesehatan dan pasilitas lainnya. Ketika terjadi banjir bandang dengan ketinggi 40 cm sampai dengan 1,5 meter, sebagian besar harta benda masyarakat seperti, sawah, ternak ayam, itik, sapi, kambing banyak yang mati.

Kepala Dinas Pengairan Sumber Daya Air (PSDA) Pesisir Selatan, Ir H. Doni Gusrizal, melalui Sekretaris, Sukmaroni, dan di dampingi Kepala Bidang (Kabid) Sungai pantai dan rawa Dinas PSDA Pessel, Novi Irawan mengakui, Pesisir Selatan yang memiliki 15 kecamatan dan 182 nanagri itu sebagian besar dilintasi oleh sungai besar yang sering mengundang banjir.

Salah satu sungai yang rusak di Lumpo Kecamatan IV Jurai Pessel saat ini tengah dibangun pengamanan bibir sungai dengan batu beronjong melalui APBD Pessel.

“Upaya untuk mengatasi kerusakan  sungai di Pessel tentu akan menelan dana yang cukup besar, bahkan mencapai ratusan Milyar rupiah. Dana yang cukup besar itu dipergunakan untuk memperbaiki kondisi sungai yang rusak akibat erosi sungai. Hal ini tentu  seharusnya menjadi perhatian pemerintah menanggulangi sungai yang rusak tersebut,” ujarnya, Selasa, diruang kerjanya, (5/10).

Menurutnya, ketika terjadi banjir melanda daerah pemukiman masyarakat, ekonomi masyarakat menjadi lumpuh bahkan ada yang daerah pemukimannya terisolasi, akibat putusnya sarana perhubungan yang selama ini menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Salah satu upaya mengatasi keluhan masyarakat, bupati Pessel, Rusma Yul Anwar dan wakil Bupati, Rudi Hariyansyah didampingi dinas terkait  turun kelapangan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir, seperti sembako dan kebutuhan masyarakat lainnya,” sebut Novi Irawan.

Bupati Pesisisr Selatan Rusma Yul Anwar tengah meninjau kerusakan lingkungan sungai dan jalan akibat banjir di Sungai Tawar Kecamatan Koto XI Tarusan, beberapa waktu lalu.

Sementara, Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar mengakui, daerah Pessel salah satu daerah rawan terhadap banjir. Jadi upaya mengatasi banjir tidak saja menggunakan dana APBD Pessel, namun juga membutuhkan bantuan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Pusat.

Melihat kondisi saat ini tingginya curah hujan, masyarakat diminta untuk tetap waspada dari ancaman banjir, terutama bagi mereka yang berada pada daerah pinggir sungai.Selain itu, juga waspada terhadap ancaman abrasi pantai, kondisi ini bisa menelan korban harta benda maupun jiwa, akibat diseret gelombang laut merusak bibir sungai.

(WH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *