KABUPATEN BANDUNG, || Terpilihnya Galih Hendrawan sebagai Ketua DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung periode 2026–2031 diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan para kepala desa sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), menyampaikan harapan tersebut saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) VI DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung yang digelar di Gedung Mohammad Toha, Soreang, Jumat (6/11/2026).
Dalam kesempatan itu, KDS mengingatkan bahwa amanah kepemimpinan yang diberikan kepada Galih Hendrawan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap ketua terpilih mampu membangun komunikasi yang baik, merangkul seluruh kepala desa, serta menghilangkan sekat perbedaan yang muncul selama proses pemilihan.
Galih Hendrawan, yang merupakan Kepala Desa Tegalluar, berhasil memperoleh 227 suara dan dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk lima tahun ke depan.

Menurut KDS, dinamika dalam proses pemilihan merupakan bagian dari demokrasi organisasi. Namun, setelah pemilihan berakhir, seluruh kepala desa harus kembali menyatukan langkah demi kepentingan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Bandung.
“Saya melihat bahwa persoalan raihan suara ini tidak menjadi ukuran. Yang paling penting adalah kekompakan dan soliditas seluruh kepala desa,” ungkap KDS.
Ia juga mengapresiasi seluruh peserta dan panitia yang telah menyelenggarakan muscab dengan suasana kondusif dan penuh kedewasaan. Bahkan, kesepakatan untuk mempercepat rangkaian kegiatan demi menghormati adanya kabar duka serta memberikan kesempatan kepada peserta menunaikan salat Jumat menjadi salah satu bentuk sikap saling menghargai.
“Tentunya sangat dewasa para kepala desa. Saya apresiasi. Agenda dipercepat karena ada berita duka dan harus salat Jumat,” tuturnya.
Selain memberikan apresiasi kepada kepengurusan baru, KDS turut menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus sebelumnya, khususnya Ketua APDESI demisioner Ayah Bram, atas kerja sama dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Bandung.

KDS berharap, kepemimpinan Galih Hendrawan dapat membawa APDESI menjadi organisasi yang semakin kuat, komunikatif, dan mampu menjadi jembatan aspirasi para kepala desa. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah sangat diperlukan agar pelaksanaan pembangunan berjalan terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa program pembangunan di tingkat desa harus memiliki keselarasan dengan visi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Kabupaten Bandung.
“Bagaimana kemudian pembangunan ini selaras dengan visi-visinya Pak Presiden, visi-visinya Pak Gubernur, dan visi-visinya Kabupaten Bandung,” jelasnya.
Lebih jauh, KDS menegaskan bahwa pemerintah desa merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan daerah. Oleh karena itu, APDESI diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam mendukung program pemerintah, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong pembangunan yang merata hingga ke tingkat desa.
Seluruh upaya tersebut, lanjutnya, harus bermuara pada pencapaian visi Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Di akhir kegiatan, KDS menyampaikan ucapan selamat kepada Galih Hendrawan atas terpilihnya sebagai ketua serta memberikan penghargaan kepada Ismawanto Somantri yang turut berkompetisi dalam pemilihan tersebut.
Ia berpesan agar ketua terpilih tidak larut dalam euforia kemenangan, melainkan mengedepankan sikap rendah hati dan mengutamakan persatuan seluruh anggota organisasi.
“Selamat dan sukses, dan juga terima kasih kepada Pak Ismawanto. Jangan jumawa, tetapi harus bisa merangkul semua elemen. Untuk kandidat yang belum mendapatkan kesempatan tetap harus bersatu untuk menuju Kabupaten Bandung yang lebih Bedas,” pungkasnya.
Dengan terbentuknya kepemimpinan baru, APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung diharapkan semakin solid dan mampu memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah, sehingga pembangunan desa dapat berjalan lebih optimal, berkesinambungan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Suryana).






