Babinsa Tabundung Pantau Harga Sembako di Pasar Prekomba, Pedagang Diimbau Jaga Stabilitas

SERGAP.CO.ID

KAB. SUMBA TIMUR NTT, || Upaya memantau perkembangan harga kebutuhan pokok dan menjaga stabilitas harga sembako terus dilakukan di wilayah binaan. Babinsa Koramil 04/Tabundung Kodim 1601/Sumba Timur, Kopka Yupiter Babis, turun langsung ke Pasar Desa Prekomba, Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (07/11/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan komunikasi sosial (Komsos) tersebut, Kopka Yupiter Babis berinteraksi dengan sejumlah pedagang untuk mengetahui perkembangan harga berbagai kebutuhan pokok yang dipasarkan kepada masyarakat.

Pemantauan ini menjadi bagian dari kepedulian Babinsa terhadap kondisi perekonomian warga, khususnya dalam melihat dinamika harga barang kebutuhan sehari-hari yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

Selain berdialog, Babinsa juga mengimbau para pedagang agar tetap memperhatikan kestabilan harga dan tidak melakukan praktik perdagangan yang dapat merugikan konsumen. Kewajaran harga dinilai penting agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok sesuai kemampuan ekonomi masing-masing.

Di sisi lain, kegiatan pemantauan seperti ini perlu didukung keterbukaan informasi dari pedagang maupun pemangku kepentingan terkait. Perkembangan harga sebaiknya dicatat dan dikomunikasikan secara berkala agar apabila terjadi kenaikan yang signifikan, penyebabnya dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Melalui Komsos tersebut, diharapkan hubungan silaturahmi antara Babinsa dan para pedagang semakin erat. Komunikasi yang terjalin juga diharapkan mampu mendukung terciptanya suasana pasar yang aman, tertib, dan kondusif.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas perdagangan masyarakat merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI. Tidak hanya menjaga hubungan dengan warga, kegiatan ini juga menjadi sarana memperoleh informasi mengenai kondisi sosial dan ekonomi di wilayah binaan.

Namun, pemantauan harga di tingkat pasar perlu berjalan beriringan dengan pengawasan dari instansi terkait, sehingga upaya menjaga stabilitas harga tidak hanya sebatas imbauan, tetapi juga didukung langkah konkret apabila ditemukan persoalan dalam distribusi maupun perdagangan kebutuhan pokok.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *