Musyawarah PGI Kota Tasikmalaya Dorong Percepatan Legalitas dan Pembinaan Atlet Menuju Prestasi

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Musyawarah Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Tasikmalaya bertajuk “PGI Golf Kota Tasikmalaya Menuju Prestasi” mendorong percepatan pembentukan kepengurusan dan legalitas organisasi sebagai langkah awal memperkuat pembinaan atlet golf di Kota Tasikmalaya.

Bacaan Lainnya

Musyawarah yang digelar di Intan Permata Golf Club, Jalan RE Martadinata, Intan Raya Nomor 23, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin (14/9/2026), menjadi forum konsolidasi berbagai unsur olahraga golf untuk menyatukan langkah menghadapi agenda prestasi, termasuk persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Anggota Bidang Pertandingan PGI Jawa Barat, Iwan Sarifudin, menegaskan bahwa keberadaan organisasi golf di tingkat kota harus memiliki legalitas yang jelas. Menurutnya, potensi atlet golf di Kota Tasikmalaya sudah tersedia sehingga perlu segera diwadahi melalui organisasi yang sah dan memiliki kepengurusan definitif.

“Kami mendesak KONI Kota Tasikmalaya untuk segera secepatnya membentuk PGI Cabang Kota Tasikmalaya karena ada aset atlet yang sudah ada. Untuk masalah legalitas, kami akan bantu semaksimal mungkin,” ujar Iwan dalam musyawarah tersebut.

Dorongan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan. Legalitas dinilai bukan sekadar persoalan administrasi organisasi, tetapi menjadi dasar agar program pembinaan, keikutsertaan dalam kompetisi, hingga dukungan pendanaan dapat berjalan secara tertib dan memiliki kepastian.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) juga menyoroti pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi agenda olahraga tingkat provinsi.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan musyawarah tersebut. Ia mengatakan, kesiapan menghadapi Porprov menjadi perhatian bersama karena setiap daerah memiliki tingkat kesiapan yang berbeda.

“Terkait pembiayaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), memaksimalkan anggaran persiapan dari KONI dan tentunya pelaksanaannya bisa terlaksana dengan baik,” tegas Momon.

Menurutnya, pembinaan atlet tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Para atlet muda juga perlu mendapatkan pembinaan karakter, sikap, dan kedisiplinan agar mampu berkembang secara maksimal, baik sebagai atlet maupun individu.

“Kami menyarankan kepada seluruh peserta, anak-anak didik golf betul-betul dibina, baik dari sikap dan karakternya agar bisa maksimal,” jelasnya.

Momon juga menekankan pentingnya penyelesaian administrasi dan legalitas organisasi. Dengan administrasi yang tertata, pengajuan dukungan maupun dana hibah untuk kegiatan olahraga dapat dilakukan sesuai ketentuan dan disalurkan secara tepat.

Musyawarah tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari pengurus dan pegiat golf, klub, akademi, pengelola fasilitas latihan, KONI, pemerintah daerah, akademisi hingga masyarakat.

Di antaranya Dani Rompas dan Pepy Fransisca dari Citanduy Golf Club, Agus Hilmi dari Academy Golf Tasikmalaya, serta Rono Gustovo, Kankan Sukandar, Abah Tito, Seng Seng, Yos dan H. Soni (Mares) dari PGC Tasikmalaya.

Hadir pula Budi Kurnia dan Ace dari Driving Lanud Wiriadinata, unsur PGI Jawa Barat, serta jajaran KONI Kota Tasikmalaya, termasuk Dr. Nanang dari Bidang Prestasi, Apih Yono dari Bidang Organisasi, Zeni, Asep dan Agung selaku Sekretaris Umum KONI.

Selain itu, hadir Kepala Disporabudpar, Lurah Cipedes, Ketua RW 15, akademisi Universitas Siliwangi (UNSIL) Dr. Ruri dan Dr. Cep Hendra, Mulia Ansori, SH dari unsur advokasi, Davi Zulfikar dari forum, serta perwakilan Pers.

Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan golf membutuhkan ekosistem yang saling mendukung. Klub dan akademi berperan dalam pembinaan, fasilitas latihan menopang peningkatan kemampuan teknis, sedangkan KONI dan pemerintah daerah memiliki posisi strategis dalam dukungan program dan pembiayaan.

Karena itu, pembentukan kepengurusan yang legal, sistem pembinaan yang berkelanjutan, ketersediaan pelatih dan fasilitas, kompetisi yang terukur serta dukungan anggaran menjadi pekerjaan bersama.

Musyawarah PGI Kota Tasikmalaya diharapkan tidak berhenti sebagai agenda konsolidasi, tetapi menghasilkan langkah konkret untuk membangun organisasi yang solid dan melahirkan atlet berprestasi.

Dengan legalitas yang jelas dan kolaborasi antar-stakeholder, potensi atlet golf Kota Tasikmalaya diharapkan dapat dipersiapkan secara lebih serius untuk bersaing pada level Jawa Barat maupun tingkat yang lebih tinggi.

(Rizal)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *