Sejak 2017 Diusulkan RTLH, Rumah Warga Sukanagara Tasikmalaya Kini Nyaris Roboh: Ke Mana Pemerintah?

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA || Sungguh memprihatinkan kondisi rumah milik almarhum Marno yang berada di RT 02 RW 07, Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Rumah tersebut kini dalam kondisi sangat mengkhawatirkan, mengalami kemiringan serius hingga sebagian bangunannya terancam roboh. Ironisnya, rumah yang sudah bertahun-tahun diusulkan masuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) itu hingga kini belum juga tersentuh bantuan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterangan Andi, rumah Marno sebenarnya sudah diajukan dalam program RTLH sejak 2017. Bahkan, semasa hidupnya, Marno beberapa kali diminta menyiapkan dokumen administrasi berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk keperluan pengajuan bantuan perbaikan rumah.

Namun, bertahun-tahun berlalu, bantuan yang diharapkan tak kunjung terealisasi. Kini Marno telah meninggal dunia, sementara kondisi rumah yang ditinggalkannya justru semakin memprihatinkan.

“Sejak tahun 2017 sudah diajukan ke program RTLH. Semasa hidupnya, Marno juga sering diminta KTP dan KK untuk pengajuan bantuan. Tetapi sampai sekarang bantuan itu tidak pernah datang,” ungkap Andi.

Kondisi bangunan saat ini bahkan dinilai sudah membahayakan keselamatan penghuni. Rumah yang semakin miring dan berpotensi roboh tersebut membuat warga sekitar khawatir sewaktu-waktu terjadi musibah, terutama jika penghuni masih bertahan di dalamnya.

Sebagai langkah antisipasi, warga setempat bergerak membantu mengamankan bagian-bagian bangunan yang dinilai berbahaya. Upaya tersebut dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat kondisi rumah yang semakin rapuh.

 

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Mereka tidak ingin menunggu sampai terjadi korban jiwa baru kemudian ada perhatian dari pihak terkait.

Sudah Diajukan ke RTLH hingga BAZNAS, Mengapa Belum Ada Solusi?

Persoalan ini semakin mengundang tanda tanya karena menurut keterangan Andi, pengajuan bantuan untuk rumah tersebut bukan hanya melalui program RTLH, tetapi juga telah diupayakan melalui BAZNAS. Namun, hingga saat ini belum ada bantuan yang terealisasi.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai bagaimana mekanisme pendataan, verifikasi, serta penentuan prioritas penerima bantuan bagi masyarakat kurang mampu di tingkat kelurahan maupun pemerintah daerah.

Apakah kondisi rumah yang sudah nyaris roboh belum cukup menjadi alasan untuk mendapatkan perhatian dan penanganan darurat?

Jangan sampai masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan justru harus berulang kali mengajukan permohonan tanpa mendapatkan kepastian. Program bantuan sosial dan perbaikan rumah seharusnya hadir untuk menjangkau warga yang paling membutuhkan, bukan sekadar menjadi program administratif di atas kertas.

Jangan Tunggu Ada Korban Baru Pemerintah Bertindak!

Warga berharap Pemerintah Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Pemerintah Kota Tasikmalaya, serta instansi terkait segera turun langsung melihat kondisi rumah tersebut.

Persoalan ini bukan semata-mata tentang bantuan pembangunan rumah, melainkan menyangkut keselamatan jiwa dan kepedulian terhadap masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.

Sangat disayangkan apabila rumah warga yang kondisinya sudah membahayakan keselamatan justru luput dari perhatian, meskipun pengajuan bantuan telah dilakukan sejak bertahun-tahun lalu.

Ke mana perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil?

Jangan sampai muncul kesan bahwa warga yang memiliki keterbatasan ekonomi justru harus berjuang sendirian ketika menghadapi persoalan mendasar seperti tempat tinggal yang aman dan layak.

Kini warga hanya berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar janji atau pendataan ulang. Pemerintah harus segera melakukan pengecekan langsung, memastikan keselamatan penghuni, serta memberikan kejelasan terkait kemungkinan bantuan RTLH maupun bantuan darurat lainnya.

Sebab, rumah yang nyaris roboh bukan persoalan yang bisa ditunda. Keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama.

Jangan menunggu rumah itu benar-benar roboh, dan jangan menunggu korban berjatuhan, baru perhatian pemerintah datang.

(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *