KAB. SUMBA TENGAH, || Persoalan tawuran saat pesta pernikahan, keributan akibat konsumsi minuman keras dalam acara adat, hingga antrean panjang di SPBU Anakalang menjadi sejumlah keluhan masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan Minggu Kasih Polres Sumba Tengah di GKS Waikalisung, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Minggu (01/11/2026).
Kegiatan yang dihadiri Kompol Karel Leokuna, A.Md., S.Kom., M.M., CELM dan Ipda Yakob K. Pairikas, S.Sos., tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dengan pendeta, tokoh agama, dan jemaat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membahas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Dalam pertemuan itu, masyarakat turut menyoroti kebiasaan penggunaan minuman keras yang kerap memicu perselisihan dalam kegiatan adat maupun pesta pernikahan. Selain itu, penggunaan knalpot brong yang mengganggu kenyamanan warga juga menjadi perhatian.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Polres Sumba Tengah mengajak masyarakat bersama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda memperkuat kepedulian serta pengawasan lingkungan. Kepolisian juga menyampaikan rencana peningkatan pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU Anakalang dan penertiban kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai ketentuan.
Namun, persoalan yang disampaikan masyarakat membutuhkan tindak lanjut nyata, bukan sekadar menjadi catatan dalam forum dialog. Khusus persoalan antrean BBM, pengaturan lalu lintas perlu berjalan beriringan dengan koordinasi bersama pihak pengelola SPBU agar pelayanan dan distribusi BBM tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.
Demikian pula persoalan miras dan tawuran, diperlukan pendekatan preventif melalui edukasi, keterlibatan tokoh adat, serta penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.
Melalui Minggu Kasih, Polres Sumba Tengah diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga konsisten menindaklanjuti aspirasi masyarakat demi menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.
(Ms)






