KAB. SUMBA TIMUR,|| Upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, mendapat dukungan langsung dari Babinsa Koramil 06/Karera Kodim 1601/Sumba Timur. Sertu Ferdinan turun ke sawah membantu petani memanen padi milik Stepanus di Desa Nggongi, Selasa (11/8/2026).
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian tersebut menjadi bentuk dukungan TNI terhadap masyarakat sekaligus bagian dari pendampingan program ketahanan pangan di wilayah binaan.
Sertu Ferdinan tidak hanya membantu proses panen, tetapi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkomunikasi langsung dengan petani. Interaksi tersebut penting untuk mengetahui kondisi serta berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengelola lahan pertanian.
Menurutnya, pendampingan kepada petani diharapkan dapat memberikan motivasi agar masyarakat terus mengembangkan sektor pertanian dan meningkatkan hasil produksi.
“Kehadiran Babinsa di tengah petani diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat untuk terus meningkatkan hasil pertanian,” ujarnya.
Pendampingan tersebut juga menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan program pemerintah. Dukungan di tingkat lapangan, termasuk keterlibatan aparat kewilayahan bersama petani, menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas pertanian.
Di sisi lain, keberhasilan sektor pertanian tetap membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari ketersediaan sarana produksi, pendampingan teknis, pengelolaan lahan, hingga akses terhadap pasar. Karena itu, komunikasi antara petani, pemerintah, dan unsur pendamping perlu terus diperkuat agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi.
Melalui kegiatan panen bersama tersebut, hubungan antara Babinsa dan masyarakat semakin erat. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah petani juga diharapkan mampu membangun semangat gotong royong sekaligus memperkuat sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh di Kecamatan Karera.
Bagi masyarakat, pendampingan seperti ini menjadi bukti bahwa upaya membangun ketahanan pangan harus dimulai dari tingkat desa, dengan melibatkan langsung para petani sebagai pelaku utama produksi pangan.
(Ms)






