KAB. SUMBA TIMUR, NTT, || Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Desa Praikalala, Kecamatan Mahu, Kabupaten Sumba Timur, diperkuat melalui kegiatan Rembuk Stunting yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, hingga warga.
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Praikalala, Sabtu (26/9/2026), dan dihadiri Babinsa Koramil 02/Rindi Umalulu Kodim 1601/Sumba Timur, Pratu Irwandi Toni, bersama Camat Mahu, Sekretaris Desa Praikalala, Kepala Puskesmas Mahu, Ketua BPD, perangkat desa, para kepala dusun, Ketua RW, serta unsur pendidikan.
Turut hadir Pendamping dan Kader TEKAD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta warga Desa Praikalala.
Rembuk Stunting menjadi forum untuk membahas langkah pencegahan dan penanganan stunting sekaligus memperkuat koordinasi antarunsur dalam memperhatikan kesehatan ibu dan anak.
Dalam forum tersebut, persoalan stunting tidak hanya ditempatkan sebagai tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan. Peran keluarga dan masyarakat juga dinilai penting, terutama dalam memperhatikan pola hidup sehat, pemenuhan kebutuhan gizi, serta tumbuh kembang anak.
Babinsa Pratu Irwandi Toni mengatakan, penanganan stunting membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, serta keluarga perlu bergerak secara bersama agar upaya pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting karena kesehatan ibu dan anak tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga pola asuh, pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan, dan kepedulian keluarga.
“Penanganan stunting membutuhkan kerja sama dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Pratu Irwandi Toni.
Melalui rembuk tersebut, berbagai unsur diharapkan dapat membangun koordinasi yang lebih baik dalam mengidentifikasi persoalan kesehatan dan tumbuh kembang anak di tingkat desa.
Di sisi lain, upaya penanganan stunting tetap membutuhkan langkah yang terukur dan berkelanjutan. Kegiatan rembuk menjadi salah satu ruang koordinasi, sementara pelaksanaan program di lapangan perlu terus dipantau agar sasaran penanganan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Pemerintah desa bersama tenaga kesehatan, kader, dan unsur terkait diharapkan dapat terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola hidup sehat, serta perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak.
Dengan keterlibatan lintas sektor tersebut, Rembuk Stunting Desa Praikalala diharapkan tidak berhenti sebagai forum pembahasan, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kesadaran masyarakat dan mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas.
(Ms)






