KAB. KARAWANG, || Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, memaparkan sejumlah capaian strategis selama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Maslani, mencakup sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, dan infrastruktur. Pernyataan itu disampaikan dalam refleksi setahun kepemimpinan di Karawang, Minggu 23/2/2026.
Ia menyebut capaian tersebut sebagai bentuk komitmen kepada masyarakat sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Meski demikian, Aep mengakui masih terdapat sebagian masyarakat yang merasa belum puas terhadap hasil pembangunan selama satu tahun terakhir.
Pada tahun pertama kepemimpinan Aep–Maslani, Pemerintah Kabupaten Karawang memprioritaskan pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pertanian sebagai kebutuhan dasar masyarakat.
Di bidang kesehatan, Pemkab Karawang merealisasikan Universal Health Coverage (UHC) yang pada 2025 mencapai 100,25 persen dari total 2.269.594 jiwa penduduk. Anggaran UHC tercatat sebesar Rp220 miliar pada 2025 dan meningkat menjadi Rp290 miliar pada 2026.
Selain itu, pembangunan RSUD Rengasdengklok dan penyelesaian lantai dasar IGD RSUD Karawang dirampungkan pada 2025. Memasuki 2026, pembangunan infrastruktur kesehatan dialihkan ke sejumlah puskesmas menyusul kebijakan pengurangan transfer ke daerah.
Di sektor pertanian, Pemkab Karawang meluncurkan program pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi petani dengan lahan sawah di bawah tiga hektare serta pembayaran premi asuransi untuk petani yang mengalami gagal panen akibat bencana atau serangan hama.
Pemerintah daerah juga mengalokasikan Rp25 miliar untuk beasiswa bagi anak petani kurang mampu agar dapat menempuh pendidikan sarjana pertanian melalui kerja sama dengan Universitas Singaperbangsa Karawang. Sementara di sektor pendidikan, sekitar Rp80 miliar dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur sekolah, khususnya di wilayah Karawang utara.
Dalam bidang infrastruktur, Pemkab Karawang meningkatkan pembangunan jalan kabupaten dan mengoperasikan Underpass Gorowong yang menghubungkan Jalan Surtokunto menuju Telukjambe dan kawasan industri guna mengurai kemacetan. Peningkatan Jalan Tuparev, pembenahan Stadion Singaperbangsa, GOR Panatayudha, serta penataan ruang terbuka hijau juga diselesaikan pada tahun pertama kepemimpinan. Aep menegaskan pembangunan dilakukan secara bergiliran per wilayah agar lebih merata dan terukur.
(Penulis ; Ahmad Z)






