KUPANG, || Pemerintah Kota Kupang menyatakan komitmen penuh mendukung pelaksanaan Program Sejuta Vaksin HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks, khususnya bagi ASN perempuan dan masyarakat umum. Dukungan tersebut ditegaskan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kupang di ruang kerjanya, Jumat (23/1).
Menurut Wali Kota, Pemerintah Kota Kupang siap menindaklanjuti program vaksinasi tersebut melalui penerbitan edaran resmi serta penyebaran informasi lewat berbagai kanal komunikasi Pemkot agar sosialisasi berjalan optimal.
Ia berharap program ini mampu meningkatkan kesadaran ASN terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker serviks, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat luas.
“Kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan program vaksin ini. Edukasi dan pencegahan harus berjalan seiring agar kesadaran kesehatan masyarakat semakin meningkat,” ujar dr. Christian Widodo.
Audiensi tersebut dihadiri Kepala BBPOM Kupang, Drs. Sem Lapik, Apt., M.Sc., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha BBPOM Kupang Maria M. Waty Parera, S.Si., Apt., M.Sc., serta para Pejabat Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan.
Turut mendampingi Wali Kota, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang Alfred Lakabela.
Dalam pertemuan itu, Kepala BBPOM Kupang memaparkan sejumlah program strategis yang akan dilaksanakan di Kota Kupang.
Salah satunya Program Sejuta Vaksin HPV dalam rangka Hari Ulang Tahun BBPOM ke-25 yang merupakan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan KORPRI.
Program ini dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang dan telah mendapat antusiasme tinggi, dengan jumlah pendaftar mencapai 321 orang dari kuota awal 100 dosis vaksin bersertifikat halal.
BBPOM Kupang juga mengajukan permohonan dukungan Pemerintah Kota Kupang berupa pemanfaatan fasilitas pemerintah serta bantuan tenaga kesehatan, seperti dokter dan perawat, untuk mendukung proses skrining vaksinasi. Selain itu, BBPOM mendorong penguatan pengawasan penggunaan antibiotik agar Kota Kupang dapat menjadi barometer penggunaan antibiotik yang tepat.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan pengawasan antibiotik dan percepatan terwujudnya Kota Aman Pangan sebagai bagian dari program prioritas nasional.
“Kami mendukung sepenuhnya upaya penguatan pengawasan antibiotik dan inisiatif menuju Kota Aman Pangan. Untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, saya mengusulkan pembentukan satuan kerja yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, BBPOM Kupang juga melaporkan perluasan layanannya ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang sebagai bentuk peningkatan akses layanan kepada masyarakat. Wali Kota menyambut baik langkah tersebut dan berharap kolaborasi antara BBPOM dan Pemerintah Kota Kupang terus diperkuat demi perlindungan kesehatan masyarakat.
Sebagai dukungan teknis, Wali Kota Kupang turut mengusulkan agar pelaksanaan vaksinasi dipusatkan di RS S.K. Lerik. Menurutnya, rumah sakit tersebut memiliki ruang yang memadai, lingkungan yang steril, serta pengalaman dalam penyelenggaraan kegiatan kesehatan berskala besar, sehingga dinilai representatif untuk mendukung kelancaran program vaksinasi.
(Desi)






