KUPANG, || Event Budaya Rote Ndao resmi digelar di Kelurahan Nunleu, Kota Kupang, pada 8–9 September 2025. Kegiatan ini menghadirkan beragam lomba seni budaya serta pameran UMKM, sekaligus menjadi momentum pelestarian tradisi dan penguatan identitas lokal.
Ketua Panitia Pelaksana, Benyamin Hau Raja, menyebut persiapan telah mencapai 40 persen. Panitia inti melibatkan warga RW 4 dan seluruh Ketua RT di Kelurahan Nunleu, sementara peserta lomba berasal dari delapan kelurahan di Kecamatan Kota Raja. “Tanggal pelaksanaan sudah pasti. Tinggal mematangkan teknis lain. Technical meeting akan digelar pada 5 September 2025,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).
Sejumlah lomba yang akan digelar antara lain fashion show, tarian foti khas Rote Ndao, vokal grup, hingga tarian kreasi Flobamora. Menariknya, peserta tarian tidak hanya berasal dari Rote Ndao, tetapi juga dari daerah lain yang ingin menampilkan kekayaan budayanya. Selain itu, UMKM lokal akan dilibatkan untuk memamerkan produk unggulan seperti tenun, kuliner, dan kerajinan tangan.
Penanggung jawab kegiatan, Dr. Semuel Haning, SH., MH., C.Me., C.Parb, menegaskan event ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga wadah edukasi dan refleksi. “Ini momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lintas generasi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat,” ucapnya.
Semuel juga berharap kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao serta tokoh-tokoh asal Rote yang berada di Kupang akan memperkuat semangat acara. Seluruh komunitas masyarakat Rote di Kota Kupang pun diundang untuk meramaikan kegiatan tersebut.
Salah satu daya tarik utama adalah pertunjukan foti yang sarat makna, bukan hanya hiburan, tetapi simbol persaudaraan dan penghormatan terhadap leluhur. Masyarakat juga akan disuguhkan perpaduan pertunjukan tradisional dan kreasi modern.
Dengan dukungan penuh warga dan delapan kelurahan di Kecamatan Kota Raja, Event Budaya Rote Ndao di Kebun Raja diproyeksikan menjadi salah satu kegiatan budaya terbesar di Kupang tahun ini.
“Kami percaya kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat, baik dari sisi budaya maupun ekonomi,” pungkas Benyamin Hau Raja.
(Desy)






