KUPANG, || Dua produk kebanggaan Nusa Tenggara Timur, Ghaura Chocolate asal Sumba dan La Moringa yang dikenal sebagai “daun ajaib” kaya nutrisi, kini resmi masuk pasar Amerika Serikat. Keberhasilan ini menjadi tonggak baru bagi komoditi lokal NTT yang sebelumnya telah merambah Eropa dan Asia, dan kini siap bersaing di etalase global yang lebih luas.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTT, Dr. Kandidat Bobby Lianto, MM, MBA, bersama rombongan Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Indonesia, dipimpin National President Dalie Sutanto, melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles. Pertemuan ini membuka peluang besar untuk memperkuat jalur ekspor produk NTT.
Dalam kesempatan itu, Dalie Sutanto juga memaparkan hasil world convention FGBMFI di Miami, Florida, serta rencana penyelenggaraan acara serupa tahun 2026 di Bali. Ia menekankan pentingnya promosi potensi Indonesia di kancah global, termasuk komoditi unggulan daerah yang siap dipasarkan.

Konsul Jenderal RI Los Angeles, Purnomo Ahmad Chandra, menyoroti adanya kebijakan “tarif Trump” yang memberikan keistimewaan bagi Indonesia. “Contoh kopi dari Brasil dikenakan tarif 50 persen di Amerika, sedangkan dari Indonesia hanya 19 persen. Inilah peluang besar yang seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor,” tegasnya.
Momentum ini semakin lengkap dengan hadirnya pengusaha kakao asal NTT, Hengky Lianto, yang juga Badan Pengawas FGBMFI. Hengky membawa produk unggulan berupa kakao dari Sumba Barat serta Ghaura Chocolate, yang telah lebih dulu dikenal di pasar Eropa dan Singapura, untuk dipasarkan ke Amerika.
Usai pertemuan dengan Konjen RI, rombongan berkesempatan mengunjungi Indonesian Trade Promotion Center (ITBC) di Los Angeles. Delegasi menyaksikan langsung berbagai produk Indonesia yang dipamerkan sekaligus dipasarkan ke publik Amerika.
Kebanggaan tersendiri muncul ketika diketahui bahwa produk asal NTT, yakni La Moringa dan Ghaura Chocolate, ternyata sudah lebih dulu terpajang di etalase ITBC. Fakta ini menegaskan pengakuan internasional atas kualitas produk lokal yang lahir dari tanah Flobamora.
Bagi NTT, pencapaian ini bukan sekadar kesuksesan bisnis, melainkan simbol kebangkitan ekonomi daerah berbasis komoditi lokal. Kakao dan moringa yang diolah dengan standar mutu internasional menjadi contoh nyata bagaimana kekayaan alam dapat bernilai tambah tinggi dan menembus pasar dunia.
Dengan dukungan jaringan internasional FGBMFI, diplomasi dagang KJRI, serta semangat pengusaha lokal, harapan besar kini tertuju pada keberhasilan Ghaura Chocolate dan La Moringa. Jika sukses merebut hati konsumen Amerika, jalan akan semakin terbuka lebar bagi komoditi unggulan NTT lainnya untuk ikut bersaing di pasar global.
(Desy)






