MUI Kabupaten Bekasi Gelar Kegiatan Sosial dan Keagamaan di Milad ke-50

MUI Kabupaten Bekasi Gelar Kegiatan Sosial dan Keagamaan di Milad ke-50

SERGAP.CO.ID

KAB. BEKASI, || Memperingati Milad ke-50, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi menggelar rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan di Kantor MUI Kabupaten Bekasi, Kompleks Pemkab Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Rabu (23/07/2025).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta khitanan massal untuk 50 anak. Program ini terselenggara atas kolaborasi MUI bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi, RS Rhidoka Salma, dan Baznas Kabupaten Bekasi.

Mengusung tema “Meneguhkan Peran MUI dalam Harmonisasi Menuju Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, dan Sejahtera”, Milad ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen MUI sebagai pelayan umat (khadimul ummah) dan mitra strategis pemerintah (shadiqul hukkumah).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda 1), DR. dr. Hj. Sri Eny Mayaniarti, mengapresiasi peran aktif MUI dalam membina umat, terutama di masa-masa sulit seperti pandemi COVID-19.

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran MUI atas kontribusi nyata dalam membimbing umat, khususnya di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara MUI dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera. Momentum milad emas ini, lanjutnya, harus menjadi pengingat bahwa perjuangan membina umat tak pernah berhenti.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bekasi, KH. Prof. Mahmud, menyebut usia 50 tahun adalah tonggak kedewasaan bagi lembaga yang dipimpinnya untuk menjangkau pelayanan yang lebih luas dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kita hadir tidak hanya sebagai pemberi fatwa, tapi juga membantu umat dalam bidang kesehatan, ekonomi, bahkan pendidikan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti inisiatif MUI dalam mendampingi masyarakat rentan, termasuk membina santri di lembaga pemasyarakatan melalui pendidikan keagamaan serta program kejar paket A, B, dan C.

“Ini yang kami maksud dengan Bekasi bangkit. Dari yang semula tidak percaya diri, menjadi pribadi yang yakin karena memiliki ijazah, hafal Al-Qur’an, dan bisa baca kitab kuning,” jelas Prof. Mahmud.

Selain itu, MUI Kabupaten Bekasi juga tengah menggagas pendirian pesantren binaan dengan standar kesehatan yang baik guna menghapus stigma lama terhadap santri. Sinergi dengan rumah sakit dan organisasi kemanusiaan juga tengah dijajaki untuk memperluas manfaat program-program MUI.

Menutup sambutannya, Prof. Mahmud berharap Milad ke-50 ini menjadi titik tolak untuk terus melayani umat dan mendorong tercapainya visi Bekasi Bangkit, Maju, dan Sejahtera.

“Kalau selesai satu kegiatan, lanjutkan ke kegiatan lainnya. Karena banyak hal yang masih harus dibenahi demi terwujudnya Bekasi yang bangkit, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

(Dede Bustomi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *