KAB. BEKASI, || Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur pendukung di lahan-lahan produktif. Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK), tahun ini Pemkab Bekasi melaksanakan pembangunan di 66 titik, meliputi tanggul, drainase sungai kecil, dan saluran irigasi.
Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air SDA-BMBK Kabupaten Bekasi, Agung Mulya, menyebutkan bahwa dari total tersebut, 42 titik dialokasikan untuk pembangunan tanggul sungai guna mencegah banjir di kawasan permukiman sekaligus menjamin suplai air bagi lahan pertanian. “Selain itu, ada 24 titik perbaikan drainase serta rehabilitasi saluran air yang rusak atau mengalami penurunan fungsi,” ujarnya, Rabu (4/6/2025).
Agung menegaskan bahwa seluruh kegiatan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek teknis dan kajian lapangan, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama petani. Tahun ini, pihaknya juga menggencarkan kegiatan normalisasi sungai, pembangunan turap, serta peningkatan kapasitas saluran irigasi, yang sangat dibutuhkan saat musim kemarau.
“Program ini ditujukan untuk menekan risiko banjir musiman di sejumlah kecamatan. Selain itu, karena sebagian besar sawah di Kabupaten Bekasi merupakan lahan tadah hujan, maka ketersediaan air irigasi sangat krusial,” jelas Agung. Ia menambahkan, pembangunan ini juga menjadi bagian dari strategi menekan inflasi daerah melalui peningkatan produksi pangan.
Ke depan, Dinas SDA-BMBK akan berkolaborasi dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) untuk memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur pertanian di seluruh kecamatan. “Kami membangun saluran irigasi dan tanggul, sedangkan perbaikan jalan usaha tani akan menjadi tanggung jawab Disperkimtan,” tambahnya.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Sukawangi, Jarih Kurniawan (40), mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mendukung sektor pertanian. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati Ade Kuswara Kunang. Saluran irigasi sudah dibangun, manfaatnya sudah kami rasakan, meskipun masih banyak hal yang perlu diperhatikan,” ujarnya. Ia juga berharap pembangunan jalan pertanian menjadi prioritas berikutnya, mengingat mobilitas petani saat musim tanam dan panen masih terhambat.
(Dede Bustomi)






