FPK Kota Tasikmalaya Hadiri Pernikahan Putri Pengurus sebagai Wujud Pembauran Antar Etnis

Caption : Jajaran pengurus FPK Hadiri Undangan Pernikahan Putri Bapak Edi (Wakil Ketua Bidang Organisasi / Utusan Etnis Sunda di Forum Pembauran Kebangsaan Kota Tasikmalaya)

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tasikmalaya menghadiri acara pernikahan *Kania Dewi Kinasih, S.E.* dan *Febi Robiana Suherman, S.Kom.* yang berlangsung di Syahdika Grand Hall, Kamis (14/05/2026).

Bacaan Lainnya

Acara tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan dengan dihadiri jajaran pengurus serta keluarga besar FPK Kota Tasikmalaya. Kehadiran FPK merupakan bentuk penghormatan atas undangan dari Bapak Edi selaku anggota FPK Kota Tasikmalaya yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi sekaligus utusan dari Etnis Sunda di FPK Kota Tasikmalaya.

Ketua FPK Kota Tasikmalaya, Syahrial Koto, menginisiasi kehadiran para pengurus dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan moril sekaligus memperlihatkan kekompakan dan soliditas antar etnis yang tergabung di dalam FPK.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar FPK Kota Tasikmalaya turut menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.

“Selamat menempuh hidup baru kepada *Kania Dewi Kinasih, S.E.* dan *Febi Robiana Suherman, S.Kom.* Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dalam rumah tangga yang dibangun, menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, diberikan keturunan yang sholeh dan sholehah, dilimpahkan rezeki, kesehatan, kebahagiaan, serta mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh cinta, kesabaran, dan kebersamaan hingga akhir hayat,” ujar pengurus FPK dalam doa dan ucapan selamatnya.

Menurut Syahrial Koto, kegiatan sosial seperti menghadiri undangan pernikahan menjadi salah satu sarana penting dalam membangun pembauran kebangsaan di tengah masyarakat. Melalui interaksi sosial dan silaturahmi lintas etnis, diharapkan tercipta harmonisasi, rasa kebersamaan, serta memperkuat solidaritas antar pengurus maupun antar kelompok masyarakat di Kota Tasikmalaya.

“Kehadiran FPK dalam kegiatan ini bukan hanya sebatas memenuhi undangan, namun juga menjadi bentuk nyata dari semangat persatuan dan pembauran antar etnis yang selama ini dibangun di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Selain sebagai bentuk silaturahmi, momentum tersebut juga dimanfaatkan FPK untuk mensosialisasikan keberadaan organisasi kepada masyarakat yang hadir dalam acara pernikahan tersebut. FPK berharap masyarakat semakin mengenal fungsi dan peran organisasi sebagai wadah persatuan berbagai etnis dan suku bangsa.

FPK sendiri merupakan organisasi mandatori yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah. Organisasi ini memiliki peran sebagai wadah komunikasi, silaturahmi, dan penguatan persatuan antar etnis dalam menjaga kondusivitas serta keharmonisan sosial di wilayah.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan berbagai unsur etnis seperti ini, FPK Kota Tasikmalaya berharap nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan persatuan dapat terus tumbuh serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

(Rzl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *