SERGAP.CO.ID
KOTA BIMA, || Ketua Lsm Lembaga Perhimpunan Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (LP3LH) Bima Ntb, Nursi Oka, S.Sos menggagalkan Pembongkaran Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang di lakukan oleh Satuan POL PP di Lapangan Pahlawan Kota Bima, jumat (2/12/2022) sekira pukul 15:20 WTA.
Saat pembongkaran Sejumlah Lapak PKL di lapangan Pahlawan kota Bima oleh Sat Pol PP, Oka mengajak pelaku PKL agar bersama-sama melawan dan mempertahankan Lapak agar tidak di bongkar karena Petugas tidak mampu menunjukan surat perintah dari Walikota Bima.
” Saya minta kepada Petugas Pol PP agar hentikan pembongkaran Lapak PKL sekarang. Dan tunjukan Surat Perintah Walikota” Pinta Oka.
Permintaan Oka terkait surat perintah pembongkaran lapak PKL Sat Pol PP menjawab hanya perintah lisan saja. Karena regulasi pembongkaran lapak saat itu belum di kantongi sehingga Sat Pol PP membubarkan diri dan membatalkan pembongkaran lapak PKL pada hari jumat (2/12/2022) sore lalu.
Sehari setelah Ketua LSM LP3LH Bima, Nursi Oka, S.Sos menggagalkan Pembongkaran Lapak PKL di Lapangan Pahlawan Kota Bima, mendapat tanggapan dan reaksi cepat Walikota Bima.
Pada Sabtu, (3/12/2022) Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE Pimpin Penertiban Pedagang Kaki Lima yang berjualan diatas trotoar, bahu jalan, dan diatas taman. Bertempat di Lapangan Pahlawan Raba.
Dalam kesempatan penertiban yang mengedepankan upaya persuasif tersebut, Wali Kota Bima didampingi kepala perangkat daerah, dan dihadiri oleh Dandim 1608 Bima dan jajaran, Polres Bima Kota dan jajaran.
Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE menyampaikan, tujuannya pemerintah menata lapangan pahlawan raba dengan biaya mahal ini semata demi ita doho kaso (untuk bapak/ibu sekalian), tapi kalau kumuh begini tidak ada yang mau datang membeli. Ujarnya.
“Mada yakin ita doho kaso menginginkan Kota Bima ini bersih, indah, nyaman dikunjungi oleh masyarakat dari luar Kota Bima, tapi jika ita doho kaso lapaknya kotor, sembrawut, orang tidak akan betah, maka pemerintah bersihkan, menertibkan agar dibuat bersih, dan akhirnya nyaman dikujungi, pendapatannya meningkat”, pesannya.
H. M. Lutfi, SE melanjutkan, beliau tidak melarang orang mencari nafkah, tapi harus ada tempat, makanya pemerintah sudah siapkan lapak di sisi utara lapangan pahlawan. Imbuhnya.
“Kalau soal rejeki, semua sudah diatur oleh Allah SWT, kita hanya disuruh untuk berusaha, berikhtiar, tentu dengan cara menata lapak dagangannya senyaman mungkin, dan pemerintah sudah siapkan tempatnya yang nyaman, tinggal ita doho kaso tempati,” ujar Wali Kota.
Wali Kota Bima menambahkan, boleh berdagang, tapi jangan dibuat permanen, bikin gerobak, lalu bawa pulang, jangan ada lagi dipasang tenda-tenda dan dibuat secara permanen seperti ini, itu tidak boleh. Sambungnya.
“Saya minta, Ita doho mulai besok bongkar semua, dan masuk berjualan di dalam lapak yang disediakan, saya berikan batas waktu selambat-lambatnya 4 Desember 2022 semua harus bersih, harus rata semua biar adil, koordinasi dengan dinas Koperindag,” tegasnya.
Atas inisiatif baik Bapak Walikota dalam membangun Kota Bima akhirnya di suport oleh Ketua LSM LP3LH Bima, Nursi Oka, S.Sos.
(Penulis : Obama Bima.)






