KAB. NAGAN RAYA, || Setelah sempat membuat warga waswas selama berbulan-bulan, jembatan penghubung Jalan Alue Bilie-Pulo Kruet di Kabupaten Nagan Raya akhirnya dibangun ulang. Jembatan yang berada di Dusun Simpang Tiga, Gampong Sukajadi, Kecamatan Darul Makmur, ini sempat turun pada satu sisi badan jalannya. Kini, pekerjaan rehabilitasi sudah berjalan.
Pantauan awak media ini di lokasi, Sabtu (07/11/2026), rangka besi untuk lantai jembatan telah terpasang menyeluruh. Bekisting kayu untuk dinding pengaman di kedua sisi jembatan juga sudah disiapkan dan siap untuk dicor.
Dari papan proyek yang terpantau di lokasi, proyek ini merupakan paket Rehabilitasi Jembatan Jl. Alue Bilie-Pulo Kruet (11.417.003) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Nagan Raya Tahun Anggaran 2026.
Pekerjaan dilaksanakan oleh PT. Kuala Tuha Sejati dengan nilai kontrak sebesar Rp105.880.000. Pekerjaan dimulai pada 29 Oktober 2026 dan ditargetkan selesai pada 27 Desember 2026.
Sebelumnya sempat dipublikasikan media ini, lantai jembatan ini mengalami penurunan dengan kedalaman diperkirakan mencapai 15-20 cm. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas warga di 10 gampong di Kecamatan Darul Makmur.
Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat menuju pusat kecamatan.
Berdasarkan pantauan pada Minggu (13/9) sore, permukaan aspal pada badan jembatan tampak menyusut ke bawah dan berlubang. Penurunan dari satu sisi menyebabkan permukaan jembatan tidak rata. Aliran air di bawah jembatan terlihat jelas dari atas badan jalan.
Penurunan lantai jembatan diduga terjadi akibat kerusakan pada struktur penyangga di salah satu sisi jembatan.

“Jembatan ini setiap hari dilalui warga untuk ke pusat kecamatan, kantor camat, puskesmas, pasar, dan sekolah. Juga untuk mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) sawit keluar dan masuk. Pasalnya di ujung jalan ini ada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang membeli TBS dari warga,” ujar salah seorang warga setempat.
Saat jembatan turun, warga masih dapat menggunakan jalan alternatif melalui Gampong Karang Anyar dan Gampong Pulo Tengoh. Namun jarak tempuh menjadi lebih jauh karena harus memutar dan melintasi Jalan Nasional.
“Kalau lewat jalan alternatif jaraknya jauh. Apalagi sekarang jembatan miring sebelah. Bagi anak sekolah dan ibu-ibu yang ke pasar jadi harus lebih berhati-hati,” kata warga tersebut.
Ia juga mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas, khususnya kendaraan dengan muatan besar.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dapat segera melakukan peninjauan dan penanganan terhadap jembatan tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan ini agar aktivitas warga dan distribusi barang kembali berjalan normal,” harapnya.
Kini, harapan itu mulai terjawab. Dengan dibangun ulangnya jembatan ini, warga berharap akses di jalur penghubung Alue Bilie-Pulo Kruet dapat kembali lancar dan aman dilalui setiap hari, baik untuk aktivitas pertanian maupun aktivitas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nagan Raya dan pihak pelaksana pekerjaan belum berhasil dikonfirmasi terkait progres dan target penyelesaian pekerjaan tersebut.
(Dh@r)






