Mahasiswa STAI Jannatul Firdaus Salurkan Donasi untuk Korban Kebakaran Pulo Belen

Caption: DEMA STAI Jannatul Firdaus salurkan donasi untuk korban kebakaran Pulo Belen, Sultan Daulat, Senin (14/10). Penyerahan oleh Waka 1 & 2 didampingi Ust. Agustari Husni, M.Pd. Foto Dok IST

SERGAP.CO.ID

KOTA SUBULUSSALAM, || Bentuk kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Jannatul Firdaus.

Bacaan Lainnya

Melalui Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), STAI Jannatul Firdaus menggelar aksi sosial penggalangan dana dan menyalurkan bantuan bagi dua warga korban kebakaran di Desa Pulo Belen, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Penyerahan donasi dilakukan langsung di lokasi bencana, Rabu (14/10/2026). Rombongan dipimpin Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II STAI Jannatul Firdaus, Dr. Ust. Refi dan Ust. Azhar, didampingi sejumlah dosen serta pengurus DEMA.

Bantuan yang diserahkan berupa kebutuhan pokok dan santunan hasil aksi open donasi yang dihimpun mahasiswa selama beberapa hari di lingkungan kampus dan masyarakat umum.

Ketua Senat sekaligus Dosen STAI Jannatul Firdaus, Ust. Agustari Husni, M.Pd, yang turut mendampingi penyerahan bantuan, dalam tausiyahnya menyampaikan pesan mendalam kepada warga korban dan mahasiswa.

“Musibah kebakaran ini pada hakikatnya bisa dimaknai dalam dua perspektif. Bisa jadi ini adalah ujian dari Allah SWT untuk menaikkan derajat keimanan, dan bisa jadi ini adalah teguran agar kita lebih banyak bermuhasabah,” ujar Abi Agustari.

Ia menjelaskan, dalam khazanah Islam, setiap musibah setidaknya mengandung empat hikmah besar.

Pertama, sebagai ujian (Ibtila’). Allah menguji hamba-Nya yang beriman untuk melihat sejauh mana kesabaran dan keikhlasan.

Kedua, sebagai teguran atau peringatan (Tazkirah). Musibah menjadi momentum introspeksi diri, mengevaluasi kelalaian, baik dalam aspek keselamatan maupun hubungan dengan Allah.

Ketiga, sebagai akibat kelalaian manusia itu sendiri. Banyak kebakaran terjadi karena kurangnya kewaspadaan, instalasi listrik yang tidak aman, atau pengabaian lingkungan.

Keempat, sebagai penggugur dosa. Setiap kesedihan, kelelahan, dan kesulitan yang menimpa seorang Muslim akan menjadi penggugur dosa-dosanya.

“Karena itu, sikap terbaik kita adalah mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, bersabar, mengambil pelajaran, dan terus memperkuat kepedulian sosial,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Pulo Belen mengaku terharu dan berterima kasih atas kehadiran mahasiswa STAI Jannatul Firdaus yang datang ke lokasi pengungsian.

Saat ini, pada siang hari korban masih bertahan di tenda darurat berwarna kuning yang didirikan tak jauh dari puing rumah yang terbakar. Pada malam hari, mereka menumpang tidur di rumah saudara. Di tengah keterbatasan, bantuan tersebut sedikit meringankan beban mereka.

Ketua DEMA STAI Jannatul Firdaus menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan kemanusiaan, sejalan dengan tagline kegiatan: “Peduli Kita, Bahagia Mereka”.

( Dhar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *