KUPANG, || Menyikapi tingginya angka pengangguran di Nusa Tenggara Timur (NTT), PT Tegar Sukses Abadi melalui Lembaga Pelatihan Kompetensi (LPK) Anugerah Jaya Lestari membuka akses kerja resmi ke luar negeri sebagai alternatif solusi ekonomi bagi generasi muda.
Berlokasi di Jalan Antar Nusa, Liliba, Kota Kupang, lembaga ini menyediakan layanan terintegrasi mulai dari pelatihan kompetensi hingga pendampingan administrasi bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan ditempatkan di negara-negara tujuan seperti Malaysia dan Singapura.
Kepala Cabang PT Tegar Sukses Abadi, Yohanes Don Bosco, menjelaskan bahwa permintaan tenaga kerja saat ini paling tinggi berasal dari Malaysia (wilayah Barat dan Timur) serta Singapura untuk berbagai sektor formal maupun informal.
Ia menegaskan bahwa proses rekrutmen dilakukan secara sistematis melalui jaringan tim lapangan di hampir seluruh wilayah NTT, dengan pendampingan penuh mulai dari pelatihan keterampilan hingga penyelesaian administrasi.
“Kami merekrut calon pekerja dari berbagai daerah di NTT. Setelah direkrut, mereka akan mengikuti pelatihan dan pendampingan hingga seluruh dokumen selesai dan siap diberangkatkan ke negara tujuan,” ujarnya pada Jumat (17/7/2026).
Yohanes merinci bahwa persyaratan pelamar disesuaikan dengan jenis pekerjaan; sektor informal seperti asisten rumah tangga menerima usia 21-45 tahun, sementara sektor formal seperti perkebunan kelapa sawit di Malaysia terbuka untuk laki-laki berusia 18-45 tahun.
Menariknya, latar belakang pendidikan bukan menjadi hambatan mutlak karena lulusan SD maupun mereka yang memiliki pengalaman kerja sebelumnya tetap diakomodasi. Dokumen administratif yang diperlukan meliputi KTP, ijazah atau akta kelahiran, surat izin orang tua, serta surat keterangan domisili dari kepala desa setempat. Seluruh peserta wajib mengikuti pelatihan standar pemerintah selama tiga hingga lima bulan, tergantung kelengkapan dokumen, sebelum kontrak kerja dua tahun dimulai.
Dari sisi kesejahteraan, Yohanes mengungkapkan bahwa pekerja sektor informal di Malaysia memperoleh gaji sekitar 1.500 Ringgit Malaysia per bulan atau setara Rp6 juta hingga Rp7 juta, sedangkan sektor formal menyesuaikan standar perusahaan pengguna. Kesempatan juga tersedia bagi pasangan suami istri yang menikah secara sah untuk bekerja bersama di sektor perkebunan.
Menanggapi antusiasme masyarakat, ia mengapresiasi pelaksanaan Job Fair Pemprov NTT yang membuktikan besarnya kebutuhan lapangan kerja, bahkan menarik minat sarjana untuk mendaftar di sektor perkebunan. Namun, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap tawaran ilegal.
“Pastikan berangkat secara prosedural melalui perusahaan resmi agar aman dan terlindungi. Jangan mudah tergiur tawaran cepat tanpa legalitas,” tegas Yohanes seraya mengajak generasi muda NTT memanfaatkan jalur resmi yang disediakan LPK Anugerah Jaya Lestari demi masa depan yang lebih sejahtera.
(Desy)






