KOTA KUPANG, || SMA Negeri 7 Kota Kupang kembali membuktikan daya tariknya yang luar biasa di tengah persaingan ketat penerimaan siswa baru.
Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027, seluruh kuota sebanyak 11 rombongan belajar atau 396 siswa berhasil terpenuhi hanya dalam hitungan menit.
Kepala SMAN 7 Kota Kupang, Wemvrid Metusalak Boimau, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terlihat jelas ketika kuota tahap pertama jalur zonasi habis dalam 20 menit, disusul dengan habisnya kuota tahap kedua untuk jalur perpindahan orang tua dan prestasi non-akademik hanya dalam dua menit. Kecepatan ini menjadi indikator kuat kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan dan integritas tata kelola sekolah.
“Antusiasme tinggi di SMAN 7 Kota Kupang membuat kami menyadari tanggung jawab besar untuk terus menjaga kepercayaan tersebut dengan memberikan pelayanan grade maksimal, baik dari segi kualitas akademik maupun pembinaan iman,” ujar Wemvrid Boimau kepada media, Kamis (16/7/2026).
Ia menegaskan bahwa proses PPDB tahun ini berjalan jauh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya tanpa adanya keluhan dari orang tua siswa karena seluruh mekanisme dilaksanakan sesuai panduan resmi. Meskipun demikian, masih ada calon siswa yang mencari sekolah setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), namun kuota telah terpenuhi sepenuhnya.
Selain fokus pada regulasi PPDB, SMAN 7 Kupang juga mempersiapkan pengembangan bakat minat siswa melalui seleksi lanjutan kelas hoki. Merespons permintaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), sekolah akan membuka kembali kelas putri untuk cabang olahraga hoki setelah tahun lalu hanya memiliki kelas putra.
“Minggu depan kami akan melakukan seleksi, dan dalam waktu dekat akan dilaksanakan psikotes untuk mengetahui bakat minat siswa kelas 10,” jelas Boimau.
Orientasi pembelajaran juga diarahkan sejak dini agar siswa mampu memilih perguruan tinggi sesuai minat serta mengikuti bimbingan belajar untuk mengatasi hambatan masuk universitas.
Prestasi akademik dan manajemen sekolah yang apik membuahkan hasil nyata ketika SMAN 7 Kupang terpilih sebagai salah satu dari empat sekolah di Kota Kupang, bersama SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4, yang menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja Tahun 2025.
Boimau menjamin bahwa pencapaian ini didukung oleh tenaga pengajar yang kompeten dan tidak diragukan lagi kualitasnya secara nasional.
“Saya jamin guru-guru kami memadai dan berkompeten, sehingga kami mampu meraih BOS kinerja tersebut,” pungkasnya.
(Dewi)






