JAKARTA, || Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) terus mengupayakan percepatan peningkatan kualitas pendidikan melalui dukungan pemerintah pusat. Langkah tersebut diwujudkan dengan mengajukan sejumlah program prioritas, termasuk usulan anggaran sebesar Rp198,86 miliar untuk revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan saat melakukan audiensi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kamis (9/7/2026).
Audiensi dipimpin langsung Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni didampingi Sekretaris Daerah Zainal Arifin, Kepala Dinas Pendidikan Salim Muhaimin, beserta jajaran. Rombongan diterima Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Formal dan Nonformal Kemendikdasmen, Dr. Eko Susanto, SE., M.Si., di Gedung E Kemendikdasmen. Pertemuan tersebut turut difasilitasi Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPM) Sumatera Barat, Dr. Khairullah, S.Pd., M.Pd.
Dalam pertemuan itu, Pemkab Pesisir Selatan menyampaikan enam usulan strategis yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan mutu pendidikan. Usulan tersebut meliputi penambahan kuota Program Revitalisasi Sekolah, Program Sekolah Nasional Integrasi, pelatihan guru di bidang coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), bantuan Papan Interaktif Digital (PID), penguatan tata kelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta dukungan pembiayaan bagi guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu.
Selain itu, pemerintah daerah mengusulkan anggaran Rp198,86 miliar yang akan digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas, pembangunan perpustakaan, laboratorium, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), toilet sekolah, hingga pengadaan perabot atau mobiler pendidikan.
Tak hanya menyasar pendidikan dasar dan menengah, Pemkab Pesisir Selatan juga mengusulkan pembangunan 38 unit PAUD baru yang akan tersebar di 38 nagari. Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan anak usia dini sekaligus mendorong pemerataan layanan pendidikan hingga ke wilayah terpencil.
Sejalan dengan transformasi pembelajaran berbasis teknologi, pemerintah daerah juga mengajukan bantuan Papan Interaktif Digital untuk 684 sekolah dengan kebutuhan dua unit di setiap sekolah guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih modern dan interaktif.
Bupati Hendrajoni mengatakan pembangunan sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia daerah. Karena itu, pemerintah daerah memilih proaktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar kebutuhan pendidikan di Pesisir Selatan dapat diakomodasi.
“Kami tidak ingin hanya menunggu. Pemerintah daerah harus aktif menjemput peluang dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat ke pemerintah pusat. Pendidikan adalah investasi terbesar untuk melahirkan generasi Pesisir Selatan yang cerdas, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Hendrajoni.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi menuntut dunia pendidikan terus beradaptasi. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru, digitalisasi pembelajaran, dan penyediaan sarana pendidikan harus berjalan secara bersamaan agar seluruh peserta didik, termasuk di daerah terpencil, memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Hendrajoni juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di Pesisir Selatan selama tahun 2026. Di antaranya bantuan Program Revitalisasi bagi 39 sekolah dengan nilai sekitar Rp27,5 miliar serta bantuan 684 unit Papan Interaktif Digital berukuran 75 inci yang mulai dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah di daerah tersebut.
Sementara itu, pertemuan bersama jajaran Kemendikdasmen menjadi ruang koordinasi untuk menyampaikan berbagai kebutuhan daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pemerataan layanan pendidikan. Pemkab Pesisir Selatan berharap seluruh usulan yang telah disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan kementerian sehingga program peningkatan mutu pendidikan dapat direalisasikan secara bertahap sesuai prioritas nasional dan kebutuhan daerah.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah optimistis kualitas pendidikan di Pesisir Selatan akan terus meningkat, baik dari sisi infrastruktur, kompetensi tenaga pendidik, maupun pemanfaatan teknologi pembelajaran, sehingga mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
(Wempi)






