KAB. TASIKMALAYA, || Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, resmi melantik Dr. H. Kurniawan, Ak., CA sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Tasikmalaya. Pelantikan yang digelar di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (10/7/2026), sekaligus menjadi bagian dari rotasi dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, serta pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Pelantikan Sekda definitif mengakhiri masa kepemimpinan Penjabat (Pj) Sekda Roni Ahmad Sahroni yang sebelumnya mengisi kekosongan jabatan. Kurniawan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Umum dan Keuangan Universitas Singaperbangsa Karawang di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Selain melantik Sekda, Bupati juga menetapkan dr. AA Ahmad Nurdin sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya. Sebelumnya, ia mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan.
Rotasi tersebut turut diwarnai pergantian sejumlah pejabat senior yang memasuki masa purna tugas dengan pejabat yang lebih muda. Langkah itu, menurut Bupati Cecep, merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan yang dibutuhkan agar organisasi pemerintahan mampu bekerja lebih adaptif dan responsif terhadap tantangan pembangunan.
“Yang muda-muda ini menjadi harapan bagi kami, bagi kita semua. Bukan berarti yang senior tidak baik, tetapi organisasi membutuhkan energi baru agar mampu bekerja lebih cepat menghadapi tantangan pembangunan Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Cecep.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya membutuhkan percepatan kinerja untuk mengejar berbagai target pembangunan. Karena itu, seluruh pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing serta menunjukkan hasil kerja yang terukur.
“Saya akan mengajak seluruh jajaran untuk berlari. Target-target pembangunan harus dicapai dengan kerja nyata, bukan sekadar rutinitas,” tegasnya.
Menurut Cecep, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga kemampuan aparatur sipil negara (ASN) dalam mengeksekusi program secara efektif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Ia berharap rotasi jabatan mampu menghadirkan semangat baru sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Di sisi lain, regenerasi birokrasi juga menjadi tantangan bagi para pejabat yang baru dilantik. Mereka dituntut mampu menjaga kesinambungan program yang telah berjalan, sekaligus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pengamat administrasi publik pada umumnya menilai bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dalam organisasi pemerintahan. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kompetensi pejabat yang dilantik, kemampuan beradaptasi, serta konsistensi dalam menjalankan program prioritas daerah.
Dengan telah dilantiknya Sekda definitif beserta sejumlah pejabat lainnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarlembaga, mempercepat pelaksanaan program strategis, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Masyarakat pun menaruh harapan agar penyegaran birokrasi ini tidak hanya menjadi pergantian jabatan semata, tetapi benar-benar menghasilkan kinerja yang berdampak terhadap percepatan pembangunan dan kesejahteraan warga Kabupaten Tasikmalaya.
(Rzl)






