Saksi Bisu Perang Aceh 1873-1904, Makam Pak Ubat di Babat Rot Nagan Raya di Padati Peziarah

Caption: Keuchik Amran Nur bersama keturunan syuhada di balai Makam Pak Ubat Babah Rot, minggu (07/06/2026) malam..

SERGAP.CO.ID

KAB. NAGAN RAYA, || Makam Keramat Syahid Abdul Rahman atau Pak Ubat di Gampong Babah Rot, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, Aceh, yang menjadi saksi bisu Perang Aceh 1873-1904 dipadati peziarah keturunan syuhada pada Minggu (07 Juni 2026) malam.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan plang resmi di lokasi, Makam Pak Ubat menjadi peristirahatan Pang Gunong alias Abdul Rahman atau Pak Ubat dan Pang Karim. Keduanya merupakan tokoh penting Babah Rot yang gugur di medan perang melawan kolonial Belanda.

Juru kunci Makam Pak Ubat, Tgk Baharuddin, menyebut terdapat 10 makam pejuang Aceh di komplek tersebut. “Selain Pang Gunong dan Pang Karim, ada delapan syuhada lain dari masa Perang Aceh 1873-1904 yang dimakamkan di sini. Situs ini bukti sejarah Babah Rot,” ujar Baharuddin.

Menurut Baharuddin, tradisi ziarah dan doa bersama oleh keturunan para pejuang rutin digelar setiap bulan Syawal. “Kami wajib menjaga makam keramat ini sebagai bentuk penghormatan pada leluhur yang membela tanah Aceh,” katanya.

Dari pantauan SERGAP.CO.ID di lokasi, Makam Pak Ubat dikelilingi perkebunan sawit dan terpantau kurang perawatan. Berdasarkan plang penunjuk arah jalan di gampong tersebut, lokasi makam berada sekitar 500 meter dari jalan utama Tadu Raya, namun akses jalan menuju komplek pemakaman masih berupa tanah dan belum memadai.

Di lokasi pemakaman berdiri dua unit bangunan seadanya tanpa dilengkapi kamar mandi atau toilet. “Ini balai kami bangun dengan dana dari swadaya masyarakat Babah Rot dan sedekah dari peziarah,” kata Baharuddin.

Pada kesempatan tersebut, Jamaluddin alias Pangli cucu pertama Pak Ubat, berharap pemerintah turun langsung meninjau lokasi. “Kami mohon pemerintah pantau langsung ke lokasi. Moga makam syuhada ini bisa dibuatkan pagar permanen biar terpelihara dan tidak diinjak hewan ternak,” ujarnya.

“Sebagai cucu Pak Ubat, saya terus mengajarkan anak cucu untuk ziarah ke sini agar mereka mengenal sejarah perjuangan Pang Gunong,”  tambah Jamaluddin.

Abd Rahman, cucu Pak Ubat lainnya, berharap generasi muda Babah Rot tidak melupakan sejarah. “Makam ini saksi bisu perjuangan Aceh. Kami mendoakan arwah beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” kata Abd Rahman.

Keuchik Gampong Babah Rot Amran Nur mengutip pesan Presiden pertama RI Ir. Soekarno. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,” ujarnya.

Menurut Amran, pesan Bung Karno itu punya 3 makna untuk warga Babah Roet. “Pertama, penghargaan atas pengorbanan. Kedua, keberlanjutan sejarah sejalan, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Ketiga, motivasi generasi penerus agar mau bangun negeri,” katanya.

Amran berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melakukan pemugaran komplek pemakaman pahlawan tersebut. “Situs ini perlu dijaga karena selain makam keluarga besar kami, di sini juga dimakamkan para syuhada pejuang Republik,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi ke pihak terkait di Pemerintah Kabupaten masi terus diupayakan klarifikasi secara independen terkait rencana pemugaran Makam Pak Ubat di Babah Rot, Kecamatan Tadu Raya.

(Adhar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *