SERGAP.CO.ID
KABUPATEN CIREBON ||Harapan baru sepak bola Kabupaten Cirebon kembali menyala. Persatuan Sepakbola Gunung Jati (PSGJ) Cirebon resmi diluncurkan kembali di Stadion Watubelah, Sabtu (6/6/2026), menandai kebangkitan klub yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Pantura. Dengan manajemen baru, dukungan pemerintah daerah, dan antusiasme suporter yang tetap terjaga, PSGJ kini memasang target besar: menembus Liga 3 Nasional.
Riuh yel-yel suporter menggema di Stadion Watubelah saat PSGJ Cirebon resmi diperkenalkan kembali kepada publik. Momen tersebut menjadi simbol kebangkitan salah satu klub bersejarah Kabupaten Cirebon yang sempat meredup dari persaingan sepak bola nasional.
Ratusan pendukung yang hadir membuktikan bahwa loyalitas terhadap PSGJ tak pernah hilang. Kehadiran mereka menjadi energi baru bagi manajemen dan tim untuk mengembalikan kejayaan klub yang pernah dikenal luas di berbagai kompetisi sepak bola Indonesia.
Bupati Cirebon, H. Imron, yang hadir dalam acara peluncuran menyampaikan optimismenya terhadap masa depan PSGJ. Menurutnya, klub tersebut memiliki modal sosial yang kuat berupa dukungan masyarakat yang masih sangat besar.
“PSGJ pernah menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Cirebon. Kini saatnya kita bangkit bersama dan mengembalikan prestasi yang pernah diraih,” ujar Imron.
Ia menilai antusiasme suporter yang memadati stadion menjadi bukti bahwa PSGJ masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi pemain dan tim pelatih dalam menghadapi kompetisi mendatang.
Tak hanya fokus pada pembentukan tim, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga berkomitmen meningkatkan fasilitas olahraga yang menjadi penunjang pembinaan sepak bola daerah. Stadion Watubelah menjadi salah satu prioritas pengembangan agar mampu mendukung lahirnya atlet-atlet berkualitas.
Sementara itu, Presiden PSGJ Cirebon, Arie Prasetiyo, menegaskan bahwa kebangkitan klub tidak hanya sebatas seremoni peluncuran, melainkan bagian dari langkah besar membangun fondasi sepak bola yang profesional dan berkelanjutan.
Manajemen telah mendatangkan pelatih berpengalaman dari Maluku Utara serta sejumlah pemain yang diproyeksikan menjadi tulang punggung tim. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi yang semakin kompetitif.
“Target terdekat kami adalah membawa PSGJ lolos dan bersaing di Liga 3 Nasional. Untuk itu, kami sedang membangun tim yang solid dengan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta lokal,” kata Arie.
Selain memperkuat skuad, PSGJ juga akan membuka seleksi bagi pemain-pemain muda asal Kabupaten Cirebon. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaring bakat lokal yang nantinya dapat berkembang bersama klub.
Arie menegaskan bahwa regenerasi pemain menjadi fokus utama dalam pembangunan jangka panjang PSGJ. Klub ingin menciptakan sistem pembinaan yang berkesinambungan agar mampu melahirkan generasi pesepak bola baru dari Kabupaten Cirebon.
Di sisi teknis, Pelatih Kepala PSGJ, Edwin Umbas atau Coach Edu, mengaku siap mengemban target besar yang diberikan manajemen. Ia optimistis mampu membawa PSGJ bersaing dan meraih promosi ke level yang lebih tinggi.
Menurut Coach Edu, semangat para suporter dan dukungan pemerintah daerah menjadi modal penting untuk membangun mental juara dalam tim.
“Kami masih membuka peluang menambah kekuatan tim. Selain pemain yang sudah bergabung, akan ada seleksi terbuka untuk memberikan kesempatan kepada putra-putra terbaik Cirebon menunjukkan kualitas mereka,” ujarnya.
Kebangkitan PSGJ tidak hanya menjadi kabar baik bagi dunia olahraga Kabupaten Cirebon, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi para pecinta sepak bola daerah. Dengan dukungan suporter, manajemen yang serius, serta program pembinaan yang terarah, PSGJ bertekad kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di pentas sepak bola nasional.
Kini, perjalanan baru PSGJ resmi dimulai. Target promosi ke Liga 3 Nasional menjadi langkah awal untuk mengembalikan nama besar klub yang pernah membanggakan masyarakat Cirebon.
(Ags)






