Pohon Tumbang Timpa Lab IPA SMPN 8 Darul Makmur Saat Proses Penebangan

Caption: Pohon tumbang menimpa Lab IPA SMPN 8 Darul Makmur, Nagan Raya, saat proses penebangan, Minggu (17/5/2026). Atap dan dinding bangunan rusak.

SERGAP.CO.ID

KAB. NAGAN RAYA || Ruang Laboratorium IPA SMPN 8 Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mengalami kerusakan berat setelah tertimpa pohon saat proses penebangan di halaman sekolah berlangsung, Minggu sore (17/5/2026) sekitar pukul 17.42 WIB.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut terjadi ketika pohon besar di samping gedung laboratorium dipotong di tengah proyek revitalisasi sekolah senilai Rp1,6 miliar yang saat ini masih berjalan. Diduga pohon tumbang ke arah bangunan akibat teknik pemotongan yang kurang tepat, tali penahan yang tidak kuat, atau dipengaruhi angin kencang saat proses penebangan berlangsung.

Akibat kejadian itu, batang dan cabang pohon menghantam bagian atap laboratorium hingga menyebabkan plafon jebol dan dinding depan bangunan mengalami kerusakan cukup parah.

Warga sekitar mengaku mendengar suara keras saat pohon roboh menimpa bangunan sekolah tersebut.

“Dengar suara kayu patah keras. Pas keluar ternyata pohonnya jatuh ke arah lab. Beruntung tidak ada orang di dalam,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Dari empat pohon yang berada di halaman sekolah, dua pohon telah ditebang sementara dua lainnya masih berdiri.

Peristiwa ini kembali menyoroti pelaksanaan revitalisasi SMPN 8 Darul Makmur yang sebelumnya sempat menjadi perhatian warga. Sebelum penebangan dilakukan, masyarakat telah mengeluhkan keberadaan pohon besar yang menyentuh atap bangunan sekolah karena dinilai berpotensi merusak gedung akibat tumpukan daun dan kelembapan.

Di sisi lain, warga juga sempat menyoroti aspek keselamatan kerja di lokasi proyek, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh pekerja. Karena itu, insiden pohon tumbang yang merusak laboratorium dinilai memperkuat kekhawatiran masyarakat terkait pengawasan teknis dan penerapan keselamatan kerja selama proyek berlangsung.

Sebelumnya, pohon-pohon di area sekolah mulai dipotong setelah proyek revitalisasi SMPN 8 Darul Makmur mendapat sorotan publik terkait potensi kerusakan bangunan sekolah. Penebangan dilakukan untuk mengantisipasi risiko pohon menyentuh atap gedung yang baru direnovasi.

Namun dalam pelaksanaannya, proses pemotongan justru berujung insiden yang menyebabkan kerusakan fasilitas sekolah. Warga berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi pihak pelaksana proyek maupun sekolah agar lebih memperhatikan aspek teknis dan keselamatan kerja.

Hingga berita ini diturunkan Senin malam (18/5/2026), Kepala SMPN 8 Darul Makmur Samsul Rizal belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp sejak pukul 17.33 WIB diketahui telah terbaca, namun belum mendapat tanggapan.

(M. Adhar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *