KAB. PURWAKARTA, || Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Apsari Dewi meraih penghargaan nasional sebagai Outstanding Leader in Regional Economic Acceleration dalam ajang CNN Indonesia Leading Women Awards 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprahnya dalam memperkuat pengawasan dana desa dan mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Titin Rosmasari pada malam puncak yang digelar di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Ajang ini merupakan agenda tahunan yang memberikan apresiasi kepada perempuan-perempuan inspiratif di berbagai sektor strategis.
Apsari Dewi dinilai konsisten menghadirkan inovasi dalam pengawasan keuangan publik, khususnya dana desa, melalui pendekatan digital dan kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut disebut mampu meningkatkan akuntabilitas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Selain itu, ia juga diapresiasi atas pendekatan penegakan hukum yang tidak semata represif, melainkan mengedepankan sisi humanis. Fokus pada perlindungan perempuan dan anak, serta penerapan perspektif korban dalam penanganan perkara, menjadi nilai tambah dalam kepemimpinannya.
Penghargaan tahun ini mengusung tema “Empowered Women, Empowering the Nation”, yang menyoroti peran perempuan sebagai penggerak pembangunan melalui kepemimpinan yang berdampak, inklusif, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, capaian ini juga memunculkan ekspektasi baru terhadap kinerja institusi kejaksaan di daerah. Publik menilai penghargaan semacam ini perlu diiringi dengan konsistensi implementasi di lapangan, terutama dalam memastikan pengawasan dana desa benar-benar berjalan efektif dan bebas dari penyimpangan.
Sejumlah kalangan juga menyoroti pentingnya transparansi berkelanjutan, mengingat pengelolaan dana desa kerap menjadi titik rawan dalam tata kelola pemerintahan daerah. Inovasi digital yang diusung dinilai positif, namun tetap membutuhkan pengawasan sistemik dan partisipasi publik agar tidak berhenti pada simbolik semata.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut. Ia menilai penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Kejaksaan Negeri Purwakarta dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Saya ucapkan selamat kepada Ibu Kejari. Kita tahu beliau sangat konsisten memperkuat pengawasan dana desa dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, salah satunya melalui inovasi digital dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk terus meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan publik.
Meski demikian, tantangan ke depan dinilai tidak ringan. Penguatan pengawasan dana desa harus diiringi dengan peningkatan kapasitas aparatur serta sinergi lintas lembaga agar hasilnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Penghargaan ini pada akhirnya menjadi dua sisi mata uang: di satu sisi sebagai bentuk pengakuan atas kinerja, di sisi lain sebagai pengingat akan tanggung jawab yang semakin besar.
Dengan sorotan nasional yang kini tertuju, publik menanti langkah konkret lanjutan dari Kejaksaan Negeri Purwakarta dalam menjaga konsistensi transparansi dan akuntabilitas. Jika mampu dipertahankan, capaian ini berpotensi menjadi model praktik baik bagi daerah lain. Namun sebaliknya, tanpa keberlanjutan, penghargaan berisiko hanya menjadi catatan prestasi tanpa dampak jangka panjang.
(Dewi)





