KUPPANG, || Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur mulai memetakan minat kerja luar negeri bagi siswa tingkat akhir sekolah kejuruan di Kota Kupang. Upaya ini dilakukan melalui kunjungan langsung ke sejumlah sekolah untuk memastikan para lulusan mendapatkan akses informasi dan peluang kerja yang aman serta prosedural.
Langkah awal tersebut dilakukan dengan kegiatan koordinasi dan sosialisasi di empat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Kupang pada Selasa (3/3/2026). Sekolah yang menjadi sasaran yakni SMK Muhammadiyah Kupang, SMK Wirakarya, SMK Karya, dan SMKN 2 Kupang.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 13.00 WITA ini tidak hanya berfokus pada pendataan siswa kelas XII, tetapi juga memberikan edukasi mengenai prosedur penempatan pekerja migran yang aman. Tim BP3MI NTT yang turun langsung terdiri dari Edwina Adhaninggar, Dearni Meli Asih Sinaga, Mikael Merit Waton, dan Mechtildis Antonia Laghung.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai peluang kerja di berbagai negara serta pentingnya menyiapkan kompetensi sejak dini. BP3MI NTT menekankan bahwa informasi yang benar menjadi kunci agar lulusan SMK tidak terjebak dalam praktik penempatan pekerja migran non-prosedural.
“Kami berupaya memastikan para siswa mendapatkan informasi yang valid mengenai peluang kerja di luar negeri serta memahami pentingnya penguatan kompetensi melalui berbagai pelatihan yang tersedia,” demikian disampaikan dalam laporan resmi BP3MI NTT kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Pihak sekolah menyambut positif langkah tersebut. Bahkan, SMK Karya dan SMKN 2 Kupang telah mengusulkan agenda sosialisasi lanjutan pada April mendatang agar pemahaman siswa maupun orang tua terkait prosedur kerja luar negeri semakin kuat.
Selain itu, keempat sekolah menyatakan kesiapan untuk menyediakan basis data siswa kelas XII yang berminat bekerja di luar negeri. Data tersebut nantinya akan menjadi rujukan pemerintah dalam merancang program peningkatan kapasitas sekaligus penempatan tenaga kerja terampil asal NTT secara terukur dan sesuai prosedur.
Melalui langkah preventif ini, BP3MI NTT berharap dapat menekan angka pemberangkatan pekerja migran non-prosedural dari wilayah NTT, sekaligus membuka peluang kerja internasional yang lebih aman dan bermartabat bagi lulusan SMK di daerah tersebut
(Desy)






