ACEH BARAT DAYA, || Tradisi berburu Ie Teubee atau air tebu menjadi salah satu kebiasaan yang tak terpisahkan dari suasana Ramadan di Aceh Barat Daya (Abdya), khususnya menjelang waktu berbuka puasa, Minggu (01/03/2026).
Tradisi ini dilakukan masyarakat dengan membeli minuman air tebu segar yang banyak dijajakan di sekitar pusat keramaian, termasuk di kawasan Masjid Agung Aceh Barat Daya.
Salah satu warga, Darmi, mengatakan bahwa Ie Teubee bukan sekadar minuman pelepas dahaga, tetapi juga telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh.
“Ie Teubee sangat cocok untuk berbuka puasa. Rasanya manis dan segar, bisa menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa,” ujarnya.
Menurutnya, minuman tradisional ini juga mampu memberikan energi tambahan bagi tubuh setelah menjalani ibadah puasa sepanjang hari.
Selain itu, harga Ie Teubee dinilai masih terjangkau bagi masyarakat. Untuk satu botol besar atau “saboh gaca rayeuk”, biasanya dijual dengan harga antara Rp5.000 hingga Rp10.000.
Meski demikian, Darmi berharap para penjual tetap menjaga kualitas air tebu yang dijual agar sesuai dengan harga yang ditawarkan kepada konsumen.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus melestarikan tradisi berburu Ie Teubee sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal, sehingga tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang setiap bulan Ramadan.
(Asmadi BA)






