KDM Turun Tangan, Korban Banjir Ciamis Diguyur Bantuan Rp5 Juta per KK

SERGAP.CO.ID

KAB. CIAMIS, || Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyalurkan bantuan sebesar Rp5 juta per kepala keluarga (KK) kepada korban banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citalahab di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (25/2/2026).

Bacaan Lainnya

Bantuan tersebut diberikan kepada 170 kepala keluarga yang telah lolos proses verifikasi, dan disalurkan langsung melalui rekening masing-masing penerima.

Kunjungan Dedi Mulyadi ke lokasi bencana dilakukan dengan mendatangi Kantor Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, untuk bertemu langsung dengan masyarakat terdampak.

Setibanya di lokasi, Gubernur yang akrab disapa KDM itu langsung berdialog dengan warga yang telah menunggu kehadirannya.

Dalam kesempatan tersebut, KDM memastikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut harus diterima secara utuh oleh warga tanpa adanya potongan dalam bentuk apapun.

“Tidak boleh ada alasan apapun untuk meminta biaya administrasi. Jadi bantuan harus diterima utuh sebesar Rp5 juta,” tegasnya.

Berdasarkan data awal, jumlah korban banjir yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis mencapai 250 kepala keluarga.

Namun setelah dilakukan verifikasi, hanya 170 kepala keluarga yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan tahap pertama.

Sementara itu, sebanyak 80 kepala keluarga lainnya dinyatakan belum memenuhi kriteria pada tahap awal.

Meski demikian, KDM memastikan bahwa seluruh korban tetap akan mendapatkan bantuan secara bertahap.

Ia menyebutkan bahwa bantuan bagi 80 kepala keluarga tersebut akan diproses dan disalurkan pada tahap berikutnya.

“Yang 80 KK tetap saya proses bantuannya, mudah-mudahan dua hari selesai dan hari Jumat diserahkan susulannya,” ujarnya.

Banjir yang melanda wilayah tersebut terjadi pada Senin (23/2/2026) akibat meluapnya Sungai Citalahab setelah tanggul jebol.

Bencana tersebut menggenangi dua desa, yakni Desa Bangunsari dan Desa Sukahurip, serta merendam rumah warga dan lahan pertanian hingga menyebabkan gagal panen.

Dua hari pascabencana, sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing, sementara satu rumah yang mengalami kerusakan telah diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat setempat.

(M. Ali)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *