Ironi di Jantung Kota: Sekolah Berdinding Seng di Kupang Bertahan di Tengah Keterbatasan

SERGAP.CO.ID

KUPANG, ||  Di tengah geliat pembangunan dan hiruk-pikuk pusat Kota Kupang, berdiri sebuah bangunan sederhana yang jauh dari kesan layak. Dindingnya dari seng dan papan, atapnya berkarat serta bocor di sana-sini.

Bacaan Lainnya

Namun di ruang-ruang sempit itulah ratusan siswa Yayasan Sekolah Nesi Neonmat menambatkan mimpi dan harapan masa depan. Sebuah ironi yang mencolok di jantung ibu kota Nusa Tenggara Timur.

Kondisi memprihatinkan ini akhirnya menyita perhatian Komandan Korem 161/Wira Sakti Kupang, Hendro Cahyono. Setelah menerima laporan dari anggotanya, ia turun langsung meninjau lokasi pada Sabtu lalu.

“Setelah mendapat laporan dari anggota, saya turun langsung melihat kondisi sekolah. Banyak atap yang bocor sehingga proses belajar terganggu. Kepala sekolah menyambut baik rencana ini, dan aula Korem akan digunakan sementara menunggu renovasi selesai,” ungkap Danrem.

Langkah cepat pun diambil. Korem 161/Wira Sakti berinisiatif melakukan renovasi ringan pada gedung sekolah. Sementara itu, aula Korem 161/Wira Sakti akan difungsikan sebagai tempat belajar sementara mulai Senin, 2 Maret 2026, hingga proses perbaikan rampung.

Kepala Sekolah, Simon Nesi, tak mampu menyembunyikan rasa syukur. Baginya, perhatian tersebut menjadi oase di tengah keterbatasan yang selama ini dihadapi.

“Ini bentuk kepedulian luar biasa. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman sementara waktu, dan sekolah kami mendapat perbaikan,” ujarnya.

Didirikan sejak 2007, sekolah ini baru memperoleh izin operasional dari PPO Kota Kupang pada 2013 dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) pada 2017. SMP yang kini memasuki tahun ketiga operasional menampung 42 siswa dari kelas 7 hingga 9. Sementara SMA memiliki 153 siswa dari kelas 10 hingga 12.

Total tenaga pendidik dan kependidikan berjumlah 27 orang, terdiri dari 11 guru SMP dan 16 guru SMA. Di tengah keterbatasan fasilitas fisik, sekolah ini juga telah menerima bantuan 20 unit komputer dari Kementerian untuk menunjang pembelajaran.

Meski berada di pusat Kota Kupang, kondisi fisik bangunan yang jauh dari standar kelayakan menjadi potret kontras dengan semangat belajar para siswa. Di ruang-ruang yang bocor saat hujan dan panas menyengat saat kemarau, mereka tetap bertahan, mencatat pelajaran, dan menggenggam cita-cita.
Rencana pemindahan sementara ke aula Korem disambut antusias para siswa. Mereka berharap, renovasi yang dilakukan bukan sekadar tambal sulam, tetapi menjadi awal perubahan yang lebih besar.

Langkah cepat Danrem 161/Wira Sakti diharapkan menjadi momentum kolaborasi lintas pihak pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memastikan tidak ada lagi ironi pendidikan di pusat Kota Kupang. Sebab di balik dinding seng yang berkarat itu, masa depan generasi muda sedang diperjuangkan dengan penuh harapan.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *