Terkait Harga TBS, Warga Dukung Langkah Bupati TRK Panggil Pimpinan Perusahaan di Nagan Raya

Caption: Plt. Camat Darul Makmur MAWARDI. AN, SE saat dikonfirmasi SERGAP.CO.ID di salah satu warkop, Kamis (4/6/2026) pukul 17.30 WIB. Ia menyatakan siap mengawal dan memantau harga TBS di lapangan.

SERGAP.CO.ID

KAB. NAGAN RAYA, ACEH, || Anjloknya harga Tandan Buah Segar kelapa sawit dalam beberapa pekan terakhir memicu keresahan petani di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Warga menilai penurunan harga TBS (Tandan Buah Sawit), sangat memberatkan karena biaya perawatan kebun justru meningkat.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga setempat, Amar, 45, mengaku pasrah dengan kondisi harga TBS di tingkat pabrik. “Kami petani kecil hanya bisa pasrah kalau harga TBS turun terus. Kalau Bupati turun tangan, kami berharap harga bisa lebih adil,” katanya kepada SERGAP.CO.ID, Kamis (4/6/2026).

Plt. Camat Darul Makmur MAWARDI. AN, SE yang dikonfirmasi di salah satu warkop, Kamis (4/6/2026) pukul 17.30 WIB menyatakan dukungannya. “Kami di kecamatan siap mengawal dan memantau harga TBS di lapangan. Koordinasi dengan kades dan PKS akan kami intensifkan,” ujarnya.

Menurut Plt. Camat, peran kecamatan penting untuk memastikan kebijakan Bupati sampai ke tingkat bawah. Pengawasan bersama kepala desa dan pihak terkait dilakukan agar harga yang berlaku sesuai regulasi dari pemerintah provinsi maupun pusat.

Sebagaimana diketahui Bupati Nagan Raya Dr Teuku Raja Keumangan S.H. M.H mengambil langkah cepat. Bupati TRK memanggil pimpinan perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah itu untuk membahas penetapan harga beli TBS agar lebih berpihak kepada petani.

Dalam pertemuan tersebut Bupati menegaskan agar perusahaan tidak mempermainkan harga beli TBS masyarakat. Pernyataan tegas itu mendapat apresiasi warga karena dinilai melindungi hajat hidup petani sawit di Nagan Raya.

Dukungan warga dan komitmen Plt. Camat diharapkan dapat menstabilkan harga TBS ke depan. Stabilitas harga TBS penting untuk menjaga roda ekonomi desa-desa penghasil sawit di Nagan Raya tetap berjalan.

(H@r)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *