Musrenbang Rasa Elit, Sikap Camat Tuai Amarah Publik

SERGAP.CO.ID

KOTA BANDUNG, || Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar di Hotel Grandia, Jalan Cihampelas No.80–82, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, menuai sorotan tajam publik setelah Camat Bandung Wetan diduga membentak seorang wartawati media online. Kamis 5 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Insiden tersebut terjadi saat wartawati hendak melakukan wawancara terkait pelaksanaan Musrenbang, namun justru mendapat respons kasar dari Camat Bandung Wetan yang menyatakan sedang pusing karena ditekan anggota dewan.

Ucapan dan sikap tersebut dinilai tidak pantas, tidak profesional, serta mencederai etika pejabat publik yang seharusnya terbuka terhadap kerja jurnalistik.

Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memantik kemarahan warganet yang menilai sikap camat bertolak belakang dengan semangat partisipatif Musrenbang.

“Apa gunanya Musrenbang kalau camatnya sendiri tidak bisa menghargai wartawan? Lebih baik uangnya dipakai langsung untuk pembangunan masyarakat,” tulis seorang netizen dalam unggahan yang viral.

Kritik tidak berhenti pada sikap camat, tetapi juga menyasar lokasi penyelenggaraan Musrenbang yang dinilai tidak sensitif terhadap kondisi anggaran.

Pelaksanaan Musrenbang di hotel berbintang dianggap sebagai pemborosan dan tidak mencerminkan prinsip efisiensi dalam perencanaan pembangunan.

“Kenapa harus di hotel mewah? Aula kecamatan atau gedung publik jelas lebih efektif dan efisien,” ujar seorang warga Bandung Wetan.

Sejumlah pihak menilai pemilihan lokasi tersebut bertentangan dengan semangat Musrenbang sebagai forum aspirasi rakyat yang seharusnya sederhana, terbuka, dan membumi.

Insiden ini menambah catatan kritik terhadap Camat Bandung Wetan yang sebelumnya juga disorot publik terkait penggunaan fasilitas mewah dalam kegiatan pemerintahan.

Masyarakat berharap kejadian ini menjadi evaluasi serius bagi Pemerintah Kota Bandung agar pejabat publik lebih bijak dalam menggunakan anggaran negara.

Selain itu, publik menuntut adanya sikap hormat terhadap wartawan sebagai mitra demokrasi yang berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara objektif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Camat Bandung Wetan terkait dugaan pembentakan terhadap wartawati maupun polemik penyelenggaraan Musrenbang di hotel berbintang.

(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *