KUPANG, || Harapan sederhana seorang nenek untuk cucunya yang selama bertahun-tahun lebih banyak terbaring di tempat tidur akhirnya mendapat perhatian.
Thereza Aura Ekaristi Da Silva, anak yang sejak lahir membutuhkan perawatan khusus dan kini sangat bergantung pada bantuan orang lain dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mendapat perhatian dari Ketua DPC PSI Kota Kupang sekaligus anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PSI, Filmon Loasana.
Setelah membaca pemberitaan mengenai kondisi Thereza pada Rabu (9/9/2026), Filmon langsung menyatakan kesediaannya membantu menyediakan kursi roda khusus yang selama ini sangat dibutuhkan Thereza.
“Kita kasih. Oke, beta suruh anak-anak siapkan kursi roda,” ujar Filmon singkat, Rabu (9/9/2026).
Pernyataan sederhana itu menjadi secercah harapan baru bagi keluarga Thereza, khususnya sang oma yang selama ini harus menggendong cucunya untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.
Lahir dengan Kondisi Khusus
Thereza lahir pada 2016 dalam kondisi yang membutuhkan perawatan khusus. Saat masih bayi, ia sempat menjalani perawatan selama kurang lebih empat bulan di dalam inkubator dan membutuhkan bantuan oksigen.
Seiring pertumbuhannya, kondisi tersebut membuat hampir seluruh aktivitas Thereza harus dibantu orang lain.

Untuk duduk, makan, mandi hingga berpindah tempat, Thereza membutuhkan pendampingan. Kini, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan berbaring di tempat tidur bersama sang oma.
Kondisi itu menjadi perjuangan tersendiri bagi sang nenek.
Untuk memandikan cucunya saja, ia harus menggendong Thereza. Demikian pula ketika harus memberikan makan atau memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain.
“Kursi roda sangat membantu Thereza. Selama ini setiap mandi dan makan saya harus menggendongnya. Bahkan untuk mandi saja sangat susah,” tutur sang nenek.
Sudah Berusaha Meminta Bantuan
Sang oma mengaku sudah beberapa kali berupaya mendapatkan bantuan kursi roda melalui instansi pemerintah, termasuk Dinas Sosial.
Namun, hingga kini kebutuhan tersebut belum terpenuhi.
Di tengah keterbatasan tenaga dan usia, ia tetap merawat cucunya dengan penuh kasih.
Kelelahan bahkan pengalaman terjatuh ketika harus menggendong atau memindahkan Thereza pernah dialaminya. Namun, semua itu tidak membuatnya berhenti berjuang.
“Saya bersyukur dan berterima kasih atas setiap bantuan yang pernah diberikan. Saya hanya meminta kebijaksanaan agar kebutuhan cucu kami bisa diperhatikan. Kami sangat membutuhkan bantuan itu,” katanya.
Karena itu, ketika kabar tentang kondisi Thereza mendapat perhatian dan muncul respons untuk menyediakan kursi roda, sang oma mengaku sangat bersyukur.
“Saya sangat berterima kasih kalau ada gerak hati orang baik yang bisa membantu cucu kami. Saya hanya berharap ada perhatian untuk Thereza karena dia sangat membutuhkan kursi roda,” ungkapnya.
Bukan Sekadar Kursi Roda
Bagi sebagian orang, kursi roda mungkin hanyalah sebuah alat bantu.
Namun bagi Thereza dan sang oma, kursi roda khusus memiliki arti yang jauh lebih besar.
Alat tersebut diharapkan dapat memberikan ruang gerak yang lebih baik bagi Thereza, sekaligus mengurangi beban fisik sang nenek yang selama ini harus menggendong cucunya dalam berbagai aktivitas.
Selama bertahun-tahun, sang oma menjalani hari dengan satu harapan sederhana: melihat cucunya mendapatkan alat bantu yang layak.
Ia tidak meminta kemewahan.
Ia hanya ingin Thereza bisa menjalani aktivitas dengan lebih mudah dan dirinya tidak lagi harus menanggung seluruh beban perawatan seorang diri.
Harapan Baru
Respons Filmon Loasana kini menjadi angin segar bagi keluarga kecil tersebut.
Satu kursi roda mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun bagi Thereza, kursi itu bisa menjadi pintu menuju ruang gerak yang lebih luas.
Bagi sang oma, bantuan tersebut juga berarti berkurangnya beban yang selama ini dipikul seorang diri.
Di tengah keterbatasan, kasih seorang nenek tetap menjadi kekuatan bagi cucunya.
Dan kini, setelah bertahun-tahun menunggu, harapan sederhana itu mulai menemukan jalan.
Satu kursi roda mungkin sederhana. Tetapi bagi Thereza, kursi itu bisa menjadi awal dari ruang gerak, kemandirian, dan harapan baru setelah bertahun-tahun menjalani hidup lebih banyak di atas tempat tidur.
(Desy)






