KUPANG, ||Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) di Kota Kupang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Acara yang digelar di Hotel Cahaya Bapa, Sabtu (31/1/2026) malam itu menjadi momentum merajut kembali kebersamaan keluarga besar Manggarai di perantauan.
Ketua IKMR, Anton Ali, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga solidaritas sebagai sesama orang Manggarai. Menurutnya, kesibukan masing-masing tidak boleh menjadi penghalang untuk tetap saling merangkul.
“Solidaritas sebagai sesama orang Manggarai harus terus kita kuatkan, karena kekuatan sejati hanya lahir dari persatuan,” ujar Anton Ali.
Perayaan Natal bersama ini turut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga dikukuhkan sebagai Penasihat Kehormatan IKMR.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menekankan bahwa Natal bukan sekadar peristiwa liturgis, melainkan momentum memperbarui hati dan memperkuat semangat persaudaraan. Ia mengangkat nilai budaya Manggarai lonto leok—duduk bersama—sebagai simbol dialog, kebersamaan, dan kasih yang harus terus dirawat.
“Orang Manggarai dikenal sebagai pribadi yang ulet, pekerja keras, dan memiliki solidaritas tinggi. Nilai-nilai ini harus terus hidup di mana pun kita berada,” kata Melki Laka Lena.
Ia juga mengajak keluarga besar IKMR untuk ambil bagian dalam menjawab tantangan pembangunan di NTT, khususnya penanganan stunting. Peran diaspora dinilai strategis melalui edukasi gizi, pendampingan keluarga, penguatan ekonomi rumah tangga, serta advokasi kesehatan ibu dan anak.
Selain itu, Gubernur Melki menegaskan pentingnya perlindungan perempuan dan anak serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan, baik dalam rumah tangga maupun lingkungan sosial. Ia mengajak keluarga besar Manggarai menjadi teladan dalam membangun relasi yang saling menghormati dan menjunjung martabat manusia.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga memaparkan program One Village One Product (OVOP) yang tengah didorong Pemerintah Provinsi NTT. Program ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kalau boleh dari IKMR ini ada produk-produk khas Manggarai. Proses produksinya mesti kita dorong,” tegasnya, sembari mengajak IKMR berperan aktif mengembangkan UMKM dan memasarkan produk khas Manggarai seperti kopi, tenun, dan olahan lokal melalui NTT Mart.
Perayaan Natal IKMR malam itu pun berlangsung dalam suasana akrab, penuh sukacita, dan semangat kebersamaan yang kental, mencerminkan nilai persaudaraan yang terus hidup dalam keluarga besar Manggarai Raya.
(Desy)






